Sosialisasi Budidaya Ternak Puyuh dan Demplot Pencampuran Daun Mengkudu Dalam Pakan Untuk Meningkatkan Produksi Ternak Puyuh
DOI:
https://doi.org/10.59025/js.v3i2.216Keywords:
puyuh, pakan, hijauan, mengkudu, produksiAbstract
Ternak puyuh belum banyak dipelihara di Kecamatan Leitimur Selatan. Puyuh mempunyai keunikan, yaitu pertumbuhannya cepat, lebih cepat dewasa kelaminl, dan produksi telurnya relatif tinggi. Salah satu faktor untuk meningkatkan produksi telur puyuh adalah dengan perbaikan pakan. Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat yang kandungan gizinya dapat meningkatkan produksi ternak puyuh. Tujuan dari kegiatan ini adalah pembuatan dan pemberian daun mengkudu dalam pakan untuk meningkatkan produksi ternak puyuh. Penambahan tepung daun mengkudu dan sari buah mengkudu dalam pakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap umur dewasa kelamin, warna kuning telur, produksi telur, berat telur, dan kandungan kolesterol kuning telur. Daun mengkudu segar dapat diberikan kepada ternak puyuh dengan cara dicacah terlebih dahulu menjadi ukuran lebih kecil sehingga mudah dikonsumsi. Metode yang dipakai guna menyelesaikan persoalan yang dihadapi peternak untuk mengelola ternak adalah: pengamatan langsung di lokasi guna mengetahui sistem pemeliharaan, sedangkan sosialisasi dilakukan secara tatap muka, diskusi atau tanya jawab, dan demplot pencampuran daun mengkudu pada pakan ternak puyuh. Capaian dari kegiatan yang telah dilakukan adalah: Peningkatan pengetahuan, keterampilan dan motivasi tentang beternak puyuh yang baik dan benar, Peningkatan pengetahuan, keterampilan dan motivasi dalam pemeliharaan ternak puyuh akan meningkatkan sumber pangan bergizi asal ternak puyuh dan juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga
References
Susilorini, Budidaya 22 Ternak Potensial. Jakarta: Penebar Swadaya, 2007.
E. Oktaviana, D. Aring Hepiana Lestari, and Y. Indriani, “Sistem Agribisnis Ayam Kalkun di Desa Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung,” J. Ilmu-Ilmu Agribisnis, vol. 4, no. 3, pp. 262–268, 2016.
K. J. Umar, L. G. Hassan, S. M. Dangoggo, and M. J. Ladan, “Nutritional Composition of Water Spinach (Ipomoea aquatica Forsk.) Leaves,” J. Appl. Sci., vol. 7, no. 6, pp. 803–809, 2007.
D. M. Suci, L. Rosaline, and R. Mutia, “Evaluasi Penggunaan Tepung Daun Pisang pada Periode Starter untuk Mendapatkan Pertumbuhan Kompensasi Ayam Broiler,” Media Peternak., vol. 28, no. 1, pp. 21–28, 2005.
I. Herdiawan, L. Abdullah, and D. Sopandi, “Status nutrisi hijauan Indigofera zollingeriana pada berbagai taraf perlakuan stres kekeringan dan interval pemangkasan,” J. Ilmu Ternak dan Vet., vol. 19, no. 2, pp. 91–103, 2014, doi: 10.14334/jitv.v19i2.1037.
N. EK, E. GE, and A. IP, “Potentials and Challenges of Utilizing Forage Resources for Chicken Production,” J. Anim. Sci. Livest. Prod., vol. 02, no. 01, pp. 1–6, 2018, doi: 10.21767/2577-0594.100014.
L. B. Argo, Tristiarti, and I. Mangisah, “Kualitas Fisik Telur Ayam Arab Petelur Fase I Dengan Berbagai Level Azolla microphylla,” Anim. Agric. J., vol. 2, no. 1, pp. 445–457, 2013, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj
T. M. Wardiny, “Penggunaan Mengkudu (Morinda citrifolia) dalam Ransum dapat Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Telur Ayam,” in Seminar nasional POKJANAS TOI XXXVI, Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2009.
H. Fitrihidajati, E. Ratnasari, Isnawati, and G. Soeparno, “Diversity and Abundance of Gastropods in Southern Shores of Pamekasan Regency, Madura,” Biosaintifika; J. Biol. Biol. Educ., vol. 7, no. 1, pp. 62–67, 2015, doi: 10.15294/biosaintifika.v7i1.3535.
B. Tangendjaja, “Inovasi teknologi pakan menuju kemandirian usaha ternak unggas,” Wartazoa, vol. 17, no. 1, pp. 12–20, 2007.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Wiesje Martha Horhoruw, Arnold Ismael Kewilaa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





