Peningkatan Pengetahuan Kader Dan Masyarakat Tentang Pemberian MP-ASI Yang Tepat Untuk Mencegah Stunting

Authors

  • Immawati Akademi Keperawatan Dharma Wacana
  • Sri Nurhayati Akademi Keperawatan Dharma Wacana
  • Uswatun Hasanah Akademi Keperawatan Dharma Wacana, Metro
  • Sapti Ayubbana Akademi Keperawatan Dharma Wacana, Metro
  • Asri Tri Pakarti Akademi Keperawatan Dharma Wacana, Metro

DOI:

https://doi.org/10.59025/js.v2i3.98

Keywords:

MP-ASI, penyuluhan kesehatan, stunting

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya.  Masih banyak orang tua yang belum memahami cara mempercepat pemberian jaminan asupan gizi dan mensupport perkembangan anak secara normal selama masa pertumbuhan agar terhindar dari stunting.  Penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemberian MP-ASi yang tepat dalam mencegah stunting  merupakan salah satu upaya dalam menyiapkan keluarga menciptakan anak yang sehat yang tidak stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan bagi kader kesehatan maupun ibu-ibu peserta posyandu. Metode pengabdian menggunakan metode penyuluhan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan partisipasi dan dukungan masyarakat dan pihak puskesmas cukup tinggi, dimana peserta turut aktif  dalam pendidikan kesehatan yang diberikan sehingga keluarga pada akhirnya menyadari pentingnya mensupport perkembangan anak secara normal selama masa pertumbuhan agar terhindar dari stunting

References

N. harahap, Peran Perawat dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan. 2019. DOI: https://doi.org/10.31227/osf.io/vn9ks

L. H. Allen and S. R. Gillespie, “What works? A review of the efficacy and effectiveness of nutrition interventions,” 2001.

P. Anindita, “Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Kecukupan Protein & Zinc dengan Stunting (Pendek) pada Balita Usia 6 35 Bulan di Kecamatan Tembalang Kota Semarang,” J. Kesehat. Masy. Univ. Diponegoro, vol. 1, no. 2, p. 18764, 2012.

W. H. Organization, “Childhood stunting: context, causes and consequences,” Geneva WHO, 2013.

R. Nasikhah and A. Margawati, “Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24–36 bulan di Kecamatan Semarang Timur,” J. Nutr. Coll., vol. 1, no. 1, pp. 176–184, 2012. DOI: https://doi.org/10.14710/jnc.v1i1.738

U. Azmy and L. Mundiastuti, “Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non-Stunting di Kabupaten Bangkalan Nutrients Consumption of Stunted and Non-Stunted Children in Bangkalan,” Amerta Nutr, pp. 292–298, 2018. DOI: https://doi.org/10.20473/amnt.v2i3.2018.292-298

Dinas Kesehatan Kota Metro, “Profil Kesehatan Kota Metro 2020,” Kota Metro, Lampung, 2021. doi: 10.17851/1982-3053.8.15.182-191. DOI: https://doi.org/10.17851/1982-3053.8.15.182-191

M. Teja, “Stunting Balita Indonesia Dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XI (22), 13–18.” 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Jakarta, 2023.

Published

20-06-2023

How to Cite

[1]
“Peningkatan Pengetahuan Kader Dan Masyarakat Tentang Pemberian MP-ASI Yang Tepat Untuk Mencegah Stunting”, J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 3, pp. 159–163, Jun. 2023, doi: 10.59025/js.v2i3.98.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Peningkatan Pengetahuan Kader Dan Masyarakat Tentang Pemberian MP-ASI Yang Tepat Untuk Mencegah Stunting”, J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 3, pp. 159–163, Jun. 2023, doi: 10.59025/js.v2i3.98.