Sosialisasi Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal Melalui Standar CHSE (Cleanlines, Health, Safety, Environtment Sustainibility ) Di Desa Bahu Palawa
DOI:
https://doi.org/10.59025/js.v2i3.121Keywords:
Bahupalawa, CHSE, WisataAbstract
Desa Bahu Palawa, Kec.Kahayan Tengah, Kab. Pulang Pisau memiliki daya tarik dan potensi alam yang sangat baik, kekayaan heritage, budaya dan adat masyarakat lokal, yang menarik untuk dikunjungi seperti halnya Sungai Tambak. Namun, potensi ini tidak seimbang dikarenakan sulitnya akomodasi, promosi, kurangnya kelompok sadar wisata, menyebabkan banyak bangunan yang bernilai wisata tidak dikelola dengan baik dan memiliki kekuatan wisata yang lemah, sehingga menyebabkan akses tujuan wisata terhambat. Untuk itu, perlunya sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan mengelola potensi desa wisata melalui protokol berbasis cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE) sebagai norma baru pola adaptasi pasca pandemi diharapkan mampu mengakomodasi dalam pengelolaan pariwisata. Tujuan dari protokol wisata berbasis CHSE adalah untuk menjamin kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan wisatawan dalam berwisata karena berbagai kegiatan dan aktivitas wisata tidak terlepas dari bahaya dan risiko keselamatan seperti terjatuh, terpeleset, dan kecelakaan yang dapat menyebabkan wisatawan cidera. Kegiatan ini dapat menjadi titik mula bagi masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap potensi pariwisata di Desa Bahu Palawa, Kec.Kahayan Tengah, Kab. Pulang Pisau
References
E. Besra, “Potensi wisata kuliner dalam mendukung pariwisata di kota Padang,” J. Ris. Akunt. dan Bisnis, vol. 12, no. 1, 2012.
U. M. M. Silaban and S. Nugroho, “Kontribusi Desa Wisata Sendang Duwur Kabupaten Lamongan Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal,” J. Destin. Pariwisata, vol. 245, 2019. DOI: https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2018.v06.i02.p07
M. J. Efendi, K. Huda, O. Permatasari, S. E. Y. Waluyo, Y. J. N. Santy, and Z. A. Fitriyani, “Pendampingan identifikasi potensi wisata dalam mendukung tata kelola destinasi wisata di kota mojokerto,” SELAPARANG J. Pengabdi. Masy. Berkemajuan, vol. 6, no. 1, pp. 283–292, 2022. DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i1.7481
V. Amelia and D. Prasetyo, “Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environment) terhadap Objek Wisata sebagai Wujud Pemenuhan Hak Wisatawan,” J. Manaj. Perhotelan Dan Pariwisata, vol. 5, no. 2, pp. 92–99, 2022. DOI: https://doi.org/10.23887/jmpp.v5i2.49461
P. A. B. WIBAWA, “Pembangunan Pariwisata Banyumas Kota Lama Serta Dampaknya Terhadap Lingkungan Pariwisata Berdasarkan Standar CHSE (Cleanness, Health, Security, Environmental Sustainability).” Universitas Jenderal Soedirman, 2022.
N. Lumanauw and G. B. W. Gupta, “Implementasi Protokol CHSE Daya Tarik Wisata Di Desa Wisata Bongan,” in Journey: Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management, 2021, vol. 4, no. 2, pp. 195–210. DOI: https://doi.org/10.46837/journey.v4i2.85
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Yorgen Kaharap, Osi Karina Saragih, Andrie Elia, Kumpiady Widen, Sontoe, Juli Natalia Silalahi, Atem, Muhammad Zusanri Batubara, M. Zainuddin Lutfi Fauzi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





