Play Therapy Berbasis Trauma Healing Pasca Bencana Pada Anak Usia Sekolah

Authors

  • Syenshie Virgini Wetik Universitas Katolik De La Salle Manado
  • Grace Benedikta Polii Universitas Katolik De La Salle Manado

DOI:

https://doi.org/10.59025/js.v2i4.118

Keywords:

Anak usia sekolah (6-12 tahun), masalah psikososial, pasca bencana, play therapy, trauma healing

Abstract

Dampak psikososial yang paling utama muncul sebagai akibat dari peristiwa bencana adalah perasaan traumatis. Adanya rasa trauma yang berkepanjangan mengakibatkan penurunan fungsi dan kualitas hidup serta menjadi peristiwa tidak menyenangkan khususnya bagi anak-anak yang belum mampu mengekspresikan perasaannya. Masalah psikososialnya antara lain gangguan tidur, mimpi buruk, merasa kesepian, gelisah, khawatir, mudah marah, sensitive, sulit berkonsentrasi dan muncul memori terkait kejadian traumatis secara berulang. Kondisi tersebut apabila yang tidak direhabilitasi dengan baik dapat menimbulkan trauma psikologis yang dapat mengganggu stabilitas hidup dan berdampak negatif pada kehidupan selanjutnya. Salah satu kegiatan dukungan psikososial yaitu trauma healing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendistraksi anak-anak dari kejadian traumatis agar tetap mampu menjalani dan menikmati kehidupan sehari-harinya dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan pada anak usia sekolah (6-12 tahun) korban pasca bencana banjir di Kelurahan Molas, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah play therapy berupa gerak dan lagu dengan 3 jenis permainan. Hasilnya adalah seluruh peserta merasa senang, bahagia, merasa rileks dan bersemangat ditandai dengan ekspresi wajah yang ceria dan secara subjektif mengatakan puas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta kegiatan. Kegiatan ini dijadikan sebagai metode non-farmakologis dan sangat direkomendasikan dilakukan pada anak-anak di wilayah pasca bencana

Author Biographies

Syenshie Virgini Wetik, Universitas Katolik De La Salle Manado

Fakultas Keperawatan

Grace Benedikta Polii, Universitas Katolik De La Salle Manado

Fakultas Keperawatan

References

BPBD, “Definisi dan Jenis Bencana,” BPBD Provinsi Banten, 2018.

BNPB, “[Update] – Pascabanjir dan Longsor Kota Manado, Warga Lakukan Pembersihan,” BNPB Manado, Manado, Jan. 2023.

Tim Detik Sulsel, “Banjir Bandang Manado 2023: Sebab, Jumlah Korban, hingga Data Kerusakan,” DetikNews, Makassar, Jan. 28, 2023.

F. Erlin and I. Y. Sari, “Gejala PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) Akibat Bencana Banjir Pada Masyarakat Kelurahan Meranti Rumbai Pesisir Pekanbaru,” Din. Lingkung. Indones., vol. 7, no. 1, p. 17, Jan. 2020, doi: https://doi.org/10.31258/dli.7.1.p.17-21 DOI: https://doi.org/10.31258/dli.7.1.p.17-21

A. Sugianto, “Workshop Penguatan Pendidikan Karakter bagi Guru Bimbingan dan Konseling SMP,” PengabdianMu J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 90–96, Dec. 2020, doi: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v6i1.1647 DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v6i1.1647

Z. Thoyibah, M. Dwidiyanti, M. Mulianingsih, W. Nurmayani, and R. I. Wiguna, “Gambaran Dampak Kecemasan dan Gejala Psikologis pada Anak Korban Bencana Gempa Bumi di Lombok,” Holist. Nurs. Health Sci., vol. 2, no. 1, pp. 31–38, Jun. 2019, doi: https://doi.org/10.14710/hnhs.2.1.2019.31-38 DOI: https://doi.org/10.14710/hnhs.2.1.2019.31-38

E. Suryana, N. Nizamuddin, A. Sabti, I. Imran, S. Syahrul, and M. Mawarpury, “An Analysis of Psychological Trauma and Depression of Survivors in Recurring Disaster,” J. Ilm. Peuradeun, vol. 8, no. 3, p. 531, Sep. 2020, doi: https://doi.org/10.26811/peuradeun.v8i3.511 DOI: https://doi.org/10.26811/peuradeun.v8i3.511

A. Sugianto and S. A. Maulidiyawati, “Penerapan Trauma Healing Untuk Mengatasi Kecemasan Pasca Bencana Banjir,” PengabdianMu J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., 2022. DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v7i5.3168

Ananda, “Trauma Healing: Pengertian, Fase, Metode, dan Jenis Terapinya,” Gramedia, 2022.

I. Sholihat and D. D. Nasrullah, “Konseling pada anak korban bencana alam: play therapy perspektif,” 2017.

Kemendikbud, Pemulihan Trauma (Trauma Healing) Bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. 2018.

A. Rahayu, “Pelatihan Dan Pendampingan Psikososial Siswa Dan Guru Sekolah Darurat Pasca Bencana Di SD Negeri Selahuni Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat,” Universitas Persada Indoensia, Jawa Barat, Laporan Akhir Pengabdian Masyarakat, 2022.

D. M. Fergusson, L. J. Horwood, J. M. Boden, and R. T. Mulder, “Impact of a Major Disaster on the Mental Health of a Well-Studied Cohort,” JAMA Psychiatry, vol. 71, no. 9, p. 1025, Sep. 2014, doi: https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2014.652 DOI: https://doi.org/10.1001/jamapsychiatry.2014.652

WHO team, “IASC Guidelines for Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings,” World Health Organization, 2010

Downloads

Published

15-10-2023

How to Cite

[1]
“Play Therapy Berbasis Trauma Healing Pasca Bencana Pada Anak Usia Sekolah”, J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 4, pp. 385–391, Oct. 2023, doi: 10.59025/js.v2i4.118.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Play Therapy Berbasis Trauma Healing Pasca Bencana Pada Anak Usia Sekolah”, J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 4, pp. 385–391, Oct. 2023, doi: 10.59025/js.v2i4.118.