Pemberdayaan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Kegawatan Risiko Jatuh Lansia Melalui Program DePePe

Authors

  • Siti Juwariyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo
  • Maya Cobalt Angio Septianingtyas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo
  • Mianti Nurrizky Sutejo Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo
  • Vivi Sovianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo

DOI:

https://doi.org/10.59025/js.v2i4.116

Keywords:

Lansia, pencegahan, resiko jatuh

Abstract

Populasi lansia menyatakan antara tahun 2015–2050 diperkirakan meningkat menjadi dua kali lipat dari 12% menjadi 22% atau sekitar 900 juta menjadi 2 milyar pada usia diatas 60 tahun. Risiko jatuh merupakan kejadian yang dilaporkan penderita atau keluarga yang melihat kejadian, mengakibatkan seseorang mendadak terbaring, terduduk di lantai maupun tempat yang rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran dan luka. Tingginya risiko jatuh yang terjadi pada lansia terjadi akibat dari gangguan keseimbangan postural. Penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan sistem tubuh bersifat fisiologis. Diperlukan upaya terpadu untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan dalam mengelola lansia yang dengan kegawatan risiko jatuh. Manfaat yang akan diselesaikan bersama adalah kader kesehatan mampu mendeteksi, pemeriksaan dasar dan memberikan penyuluhan kepada lansia dan keluarga yang belum tahu tentang kegawatan kasus risiko jatuh pada lansia. Metode pelaksanaan program ini adalah dengan Program DEPEPE yaitu Deteksi, Pemeriksaan dan Penyuluhan. Kader di ajarkan cara mendeteksi, memeriksa risiko jatuh dan memberikan penyuluhan dan juga mengajarakan gerakan untuk mengatasi risiko jatuh pada lansia.  Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini seluruh peserta dapat menyerap informasi dengan baik yaitu 87% dapat mempraktekkan kembali cara mendeteksi dan senam tai chi

Author Biographies

Siti Juwariyah, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo

Prodi D-3 Keperawatan

Maya Cobalt Angio Septianingtyas, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo

Prodi D-3 Keperawatan

Mianti Nurrizky Sutejo, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo

Prodi S1 Fisioterapi

Vivi Sovianti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo

Prodi D-3 Keperawatan

References

D. A. Fristantia, R. Zulfitri, and Y. N. Hasneli, “Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Yang Tinggal Dirumah,” pp. 161–170, 2016.

Condrowati, “Analisis pola jalan lanjut usia terhadap risiko jatuh di posyandu lansia wilayah surakarta naskah publikasi,” Skripsi Univ. Muhammadiyah Surakarta, 2015.

M. Stanley and P. . Beare, Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC, 2017.

F. D. Azizah, “Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Resiko Jatuh Pada Lanjut Usia Di Desa Jaten Kecamatan Juwiring Klaten,” Muhammadiyah Surakarta, 2017.

R. Ramlis, “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Resiko Jatuh pada Lansia di BPPLU Kota Bengkulu tahun 2017,” Bengkulu: JNPH, 2017. DOI: https://doi.org/10.37676/jnph.v6i1.498

Darmojo and Martono, Buku Ajar Geriatri. Jakarta: FKUI, 2010.

P. H. Ashar, “Gambaran Persepsi Faktor Risiko Jatuh Pada Lansia Di Panti Werdha Budi Mulia 4 Margaguna Jakarta Selatan,” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016.

K. K. RI, Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Infodatin, 2020.

Fatimah, Merawat Manusia Lanjut Usia Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Gerontik. Jakarta: Trans Info Media, 2015.

Sunaryo and Dkk, Asuhan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: CV Andi Offset, 2018.

Published

14-10-2023

How to Cite

[1]
“Pemberdayaan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Kegawatan Risiko Jatuh Lansia Melalui Program DePePe”, J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 4, pp. 372–376, Oct. 2023, doi: 10.59025/js.v2i4.116.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Pemberdayaan Kader Sebagai Upaya Pencegahan Kegawatan Risiko Jatuh Lansia Melalui Program DePePe”, J. Masy. Madani Indones., vol. 2, no. 4, pp. 372–376, Oct. 2023, doi: 10.59025/js.v2i4.116.