Capacity Building Kelompok Masyarakat “Ngudi Makmur” Terhadap Penanganan Limbah Cair Kelinci Sebagai Bahan Pupuk Organik Dalam Program SIGAP PANGAN  di Toriyo, Kabupaten Sukoharjo

Authors

  • Anis Suryaningsih Universitas Sebelas Maret
  • Ludfia Windyasmara Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Suprapti Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.59025/qbrzbx19

Keywords:

Capacity Building, Kelompok Masyarakat, Pupuk Organik Cair, Urine Kelinci, Sigap Pangan

Abstract

Pengelolaan limbah peternakan yang belum optimal dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, namun di sisi lain memiliki potensi ekonomi apabila diolah dengan baik. Program SIGAP PANGAN hadir sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas (capacity building) dalam pengolahan limbah cair urine kelinci menjadi pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman Kelompok Masyarakat “Ngudi Makmur” setelah mengikuti pelatihan pembuatan POC. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test pada lima sub aspek, yaitu pemahaman bahan baku, teknik fermentasi, formulasi POC, pengendalian kualitas, serta pengemasan dan penyimpanan produk. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman bahan baku sebesar 81,81% dan terendah pada formulasi POC sebesar 27,23%. Secara umum, tingkat pemahaman peserta meningkat dari kategori cukup menjadi baik dan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan capacity building melalui pelatihan efektif dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

 

 

Author Biographies

Anis Suryaningsih, Universitas Sebelas Maret

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 

Ludfia Windyasmara, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian

Suprapti, Universitas Sebelas Maret

Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

References

Ahadiyat, Y. R., Widiyawati, I., & Fauzi, A. (2021). Penerapan sistem pertanian organik dengan aplikasi pupuk organik cair urin kelinci pada padi sawah. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 7(3), 221–228. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.7.3.221-228 DOI: https://doi.org/10.29244/agrokreatif.7.3.221-228

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5 DOI: https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5

Hendarto, D. R., & Banjarnahor, D. R. V. (2020). Pengaruh metode fermentasi dan penambahan urine kelinci terhadap kualitas pupuk organik cair. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 10(2), 139–146. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10i2.139-146 DOI: https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10i2.139-146

Mmbaga, N., Ngongolo, K., & Materu, S. T. (2024). Potential of rabbit urine as fertilizer on growth and production of Brassica carinata L. Discover Agriculture, 2, 99. https://doi.org/10.1007/s44279-024-00106-2 DOI: https://doi.org/10.1007/s44279-024-00106-2

Moeis, E. M., Mukhlison, M., & Azizah, M. A. (2025). Inovasi teknologi pengolahan urin kelinci menjadi pupuk organik cair: Perspektif kewirausahaan dalam peternakan berkelanjutan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman, 4(2). https://doi.org/10.55606/jurrit.v4i2.6581 DOI: https://doi.org/10.55606/jurrit.v4i2.6581

Mukhlison, M., Trioko, S., & Azizah, M. A. (2025). Pendampingan wirausaha pupuk organik cair dari urin kelinci melalui teknologi sederhana untuk ekonomi peternak lokal. Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat, 3(4), 1–15. https://doi.org/10.61132/inber.v3i4.1104 DOI: https://doi.org/10.61132/inber.v3i4.1104

Mutryarny, E., Endriani, E., & Lestari, S. U. (2014). Pemanfaatan urine kelinci untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(2), 23–34. https://doi.org/10.31849/jip.v11i2.1246

Ramadhani, F. D., Augustien, N., & Sutini, S. (2025). The effect of liquid organic fertilizer (LOF) rabbit urine on the growth and yield of shallots (Allium ascalonicum L.). Bioeduscience, 9(2). https://doi.org/10.22236/jbes/15785

Tamami, A. J., Rayhan, N. S., Syahrulita, D. C., Nabila, C. R., Jamala, T., Fitriyah, A. R. U., et al. (2025). Aplikasi pupuk organik cair berbasis urine kelinci sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas tanah pertanian. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(7), 1595–1600. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i7.9374 DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i7.9374

Utami, S. S., & Wicaksono, S. (2024). Evaluasi kelayakan usaha produksi pupuk cair organik berbasis urine kelinci. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 8(3), 108–114. https://doi.org/10.20885/ajie.vol8.iss3.art5

Wicaksana, S. D., & Triyono, K. (2025). Effect of rabbit urine liquid organic fertilizer and coconut water on vegetative growth of Canna edulis. AgroTech: Food Science, Technology and Environment, 4(2). https://doi.org/10.53797/agrotech.v4i2.4.2025 DOI: https://doi.org/10.53797/agrotech.v4i2.4.2025

Downloads

Published

27-07-2026

How to Cite

[1]
“Capacity Building Kelompok Masyarakat ‘Ngudi Makmur’ Terhadap Penanganan Limbah Cair Kelinci Sebagai Bahan Pupuk Organik Dalam Program SIGAP PANGAN  di Toriyo, Kabupaten Sukoharjo”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 3, pp. 2727–2733, Jul. 2026, doi: 10.59025/qbrzbx19.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Capacity Building Kelompok Masyarakat ‘Ngudi Makmur’ Terhadap Penanganan Limbah Cair Kelinci Sebagai Bahan Pupuk Organik Dalam Program SIGAP PANGAN  di Toriyo, Kabupaten Sukoharjo”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 3, pp. 2727–2733, Jul. 2026, doi: 10.59025/qbrzbx19.