Edukasi dan Pelatihan APD, CTPS, Pengendalian Tikus Live Trap sebagai Upaya Preventif Leptospirosis Soropaten, Bantul
DOI:
https://doi.org/10.59025/sk9y7z05Keywords:
Leptospirosis, Komunikasi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Penyuluhan, Pre Test, Post TestAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Soropaten, Kelurahan Ringinharjo, Kabupaten Bantul mengenai pencegahan penyakit leptospirosis melalui serangkaian kegiatan komunikasi kesehatan berbasis komunitas. Latar belakang kegiatan didasari adanya kasus kematian akibat leptospirosis di wilayah tersebut serta masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan, gejala, dan pencegahan penyakit. Metode yang digunakan meliputi lima tahapan kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu identifikasi masalah, penyuluhan kesehatan dengan pre-test dan post-test, Survei Mawas Diri/Community Self Survey, pelatihan kader, serta pendampingan kader. Seluruh tahapan disusun berdasarkan pendekatan perubahan perilaku melalui tahapan Awareness, Interest, Evaluation, Trial, dan Evaluation (AIETA). Partisipan berjumlah sembilan orang kader kesehatan dari komunitas Dusun Soropaten. Hasil analisis statistik menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,007 (<0,05), yang membuktikan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 72,11 meningkat menjadi 97,33 pada post-test. Kegiatan pelatihan juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis masyarakat dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), cuci tangan pakai sabun (CTPS) enam langkah, dan pengendalian tikus menggunakan live trap. Disimpulkan bahwa pendekatan komunikasi kesehatan interaktif berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan leptospirosis.
References
K. K. Agustina, “SYSTEMATIC REVIEW: ZOONOSIS ASSOCIATED WITH MOUSE AND
RAT,” Bul. Vet. Udayana, hlm. 301–312, Feb 2024, doi: 10.24843/bvu.v16i1.136. DOI: https://doi.org/10.24843/bvu.v16i1.136
M. Baharom dkk., “Environmental and Occupational Factors Associated with Leptospirosis: A Systematic Review,” Heliyon, vol. 10, no. 1, hlm. e23473, Jan 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e23473. DOI: https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e23473
R. I. T. Nova dan D. Herdhianta, “Environmental Risk Factors Associated with Leptospirosis Cases in Human: a Systematic Review,” Bul. Keslingmas, vol. 44, no. 4, hlm. 299–314, Des 2025, doi: 10.31983/keslingmas.v44i4.13544. DOI: https://doi.org/10.31983/keslingmas.v44i4.13544
“Kemenkes Siaga Penanggulangan Leptospirosis Pasca Bencana.” Diakses: 3 Juni 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-siaga-penanggulangan-leptospirosis-pasca-bencana
S. H. Husni, M. Martini, S. Suhartono, B. Budiyono, dan M. Raharjo, “Faktor Lingkungan Yang Berpengaruh Terhadap Keberadaan Tikus Serta Identifikasi Bakteri Leptospira sp. di Pemukiman Sekitar Pasar Kota Semarang Tahun 2022,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 22, no. 2, hlm. 134–141, Jun 2023, doi: 10.14710/jkli.22.2.134-141. DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.22.2.134-141
S. J. Jahja dan C. Drew, “Peningkatan Pengetahuan dalam Upaya Pencegahan Kasus Baru Leptospirosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kresek,” Malahayati Nurs. J., vol. 6, no. 2, hlm. 725–735, Feb 2024, doi: 10.33024/mnj.v6i2.12875. DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v6i2.12875
T. G. Simbolon, “Data Jumlah Kasus Leptospirosis di Indonesia 10 Tahun Terakhir hingga 2023,” Data Indonesia: Data Indonesia for Better Decision. Valid, Accurate, Relevant. Diakses: 3 Juni 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://dataindonesia.id/kesehatan/detail/data-jumlah-kasus-leptospirosis-di-indonesia-10-tahun-terakhir-hingga-2023
“Kasus Leptospirosis Capai 367 dengan 42 Kematian.” Diakses: 3 Juni 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://epaper.mediaindonesia.com/detail/kasus-leptospirosis-capai-367-dengan-42-kematian
“Kasus Leptospirosis di DI Yogyakarta Capai Ratusan pada 2025, Puluhan Meninggal Dunia.” Diakses: 3 Juni 2026. [Daring]. Tersedia pada: https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/01/07/161314178/kasus-leptospirosis-di-di-yogyakarta-capai-ratusan-pada-2025-puluhan
Tarika Rahmawati, “Pemetaan Sebaran Kasus Leptospirosis Berdasarkan Faktor Risiko Lingkungan di Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul Tahun 2024. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.,” Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 2025. [Daring]. Tersedia pada:
https://eprints.poltekkesjogja.ac.id/20167/
Y. Yadi, “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Petani Tentang Leptospirosis,” STIKES Wira Husada, 2022. Diakses: 3 Juni 2026. [Daring]. Tersedia pada: http://repository.stikeswirahusada.ac.id/id/eprint/141
H. S. Kasjono dkk., “Community empowerment in overcoming environmental health problems in Padukuhan Sawit Bantul: .,” J. Pemberdaya. Publ. Has. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, no. 2, hlm. 40–46, Agu 2023, doi: 10.12928/jpm.v7i2.8400. DOI: https://doi.org/10.12928/jpm.v7i2.8400
Ibnu Rois, Kurnia Nanggolan, Haryasena Panduwiyasa, Abdurrozzaq Hasibuan, dan Defrima Oka Surya, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku- Konsep dan Strategi, 1 ed. Medan: Yayasan Kita Menulis. [Daring]. Tersedia pada: https://kitamenulis.id/2025/05/27/promosi-kesehatan-dan-ilmu-perilaku-konsep-dan-strategi/
S. E. Purnama dan B. Hartono, “FAKTOR RISIKO KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI
INDONESIA:,” PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 6, 2022, doi: 10.31004/prepotif.v6i3.8543.
S. Fajariyanto, F. N. Abadi, A. S. Khairunnisa, L. Mutiara, N. Salsabilla, dan B. Suwerda, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan dan Pembuatan Larvitrap Sebagai Upaya Peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Polaman,” JGEN J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, 2026, doi: 10.60126/jgen.v4i2.1520. DOI: https://doi.org/10.60126/jgen.v4i2.1520
B. Waladani dkk., “EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS,” J. Salingka
Abdimas, vol. 3, no. 1, hlm. 177–182, Jun 2023, doi: 10.31869/jsam.v3i1.4349. DOI: https://doi.org/10.31869/jsam.v3i1.4349
“Intervensi Booklet Bermarkah terhadap Peningkatan Perilaku Pencegahan Leptospirosis pada Ibu Rumah Tangga,” J. Epidemiol. Kesehat. Indones., vol. 9, no. 2, Agu 2025, doi: 10.7454/epidkes.v9i2.1148. DOI: https://doi.org/10.7454/epidkes.v9i2.1148
A. Mishra, A. K. Singh, S. P. Parida, S. K. Pradhan, dan J. Nair, “Understanding Community Participation in Rural Health Care: A Participatory Learning and Action Approach,” Front. Public Health, vol. 10, hlm. 860792, Jun 2022, doi: 10.3389/fpubh.2022.860792. DOI: https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.860792
R. Lestari, A. Warseno, Y. Trisetyaningsih, D. K. Rukmi, dan A. Suci, “PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM MENCEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI
POSBINDU PTM,” Adimas J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 1, hlm. 48, Mei 2020, doi: 10.24269/adi.v4i1.2439. DOI: https://doi.org/10.24269/adi.v4i1.2439
U. Khasanah, R. D. Saputra, T. N. Amalia, A. Aysyiyah, D. Rahmaningsih, dan I. Rois, “PENYULUHAN PENGGUNAAN APD DALAM MENINGKATKAN KESADARAN K3 PETERNAK SAPI PERAH DI DUSUN GAMBRETAN, KECAMATAN CANGKRINGAN, DOI: https://doi.org/10.59632/abdiunisap.v3i2.559
KABUPATEN SLEMAN”, doi: 10.59632/abdiunisap.v3i2.559. DOI: https://doi.org/10.59632/abdiunisap.v3i2.559
Z. Zakiyah, A. Setiyadi, M. R. F. Cahya, M. Maryuni, dan I. Gustina, “Peningkatan Wawasan Kader Melalui Promosi Kesehatan Dalam Program Pencegahan Stunting Pada Remaja Di Desa Margaluyu, Pangalengan-Bandung,” J. Abdimas Indones., vol. 4, no. 2, hlm. 322–330, Jun 2024, doi: 10.53769/jai.v4i2.695. DOI: https://doi.org/10.53769/jai.v4i2.695
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wildan Ulinnazra, Isna Wardani, Arfinnisa Irbatin Zulfa, Siti Hani Istiqomah, Ibnu Rois, Carissa Riskiananda, Yulianto Sri Wahyu Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






