Pemberdayaan Petani Dalam Pengelolaan Hara Tanah Sawah Menggunakan Puts Untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Pematang Sijonam
DOI:
https://doi.org/10.59025/hx8ve891Keywords:
Hara Tanah Sawah; Pemberdayaan Petani; Pemupukan Berimbang; Pertanian Berkelanjutan; PUTSAbstract
Pengelolaan hara tanah yang tidak tepat merupakan salah satu penyebab utama rendahnya produktivitas padi di Indonesia, termasuk di Desa Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Ketidaktepatan dosis pemupukan yang masih dilakukan secara konvensional berdasarkan kebiasaan petani menyebabkan inefisiensi penggunaan input pertanian dan degradasi kesuburan tanah secara bertahap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola hara tanah sawah melalui penerapan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan: sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 32 petani anggota Kelompok Tani Maju Bersama. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata dari 27,8% menjadi 82,8% (peningkatan 55,0 poin persentase), serta peningkatan keterampilan penggunaan PUTS dari 12,4% menjadi 85,6%. Uji PUTS di lapangan mengidentifikasi kondisi hara tanah yang beragam antarlahan, sehingga memungkinkan rekomendasi pemupukan yang spesifik dan efisien. Dampak kegiatan ini diharapkan mendorong efisiensi penggunaan pupuk, penghematan biaya produksi, serta peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis teknologi sederhana yang tepat guna sangat efektif dalam memberdayakan petani untuk menerapkan pertanian yang lebih berkelanjutan.
References
D. Nursyamsi, D. Setyorini, dan S. Sholeh, “Efisiensi penggunaan pupuk pada lahan sawah irigasi melalui uji tanah dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS),” Jurnal Tanah dan Iklim, vol. 44, no. 2, hal. 115–126, 2020. https://doi.org/10.21082/jti.v44n2.2020.115-126
A. Dobermann dan T. Fairhurst, Rice: Nutrient Disorders and Nutrient Management. Kanada: Potash and Phosphate Institute of Canada, dan International Rice Research Institute, 2000.
Balai Penelitian Tanah, Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk, Edisi ke-3. Bogor: Balai Penelitian Tanah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2019.
U. Susanto, Sunaryo, dan E. Pudjihastuti, “Adopsi teknologi PUTS untuk optimasi pemupukan padi sawah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat,” Jurnal Agronomi Indonesia, vol. 49, no. 1, hal. 25–34, 2021. https://doi.org/10.24831/jai.v49i1.31345
S. Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.
D. A. Kolb, Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, 1984.
D. Setyorini dan L. R. Widowati, “Peranan bahan organik terhadap produktivitas lahan sawah dan lingkungan hidup,” Jurnal Sumber Daya Lahan, vol. 11, no. 1, hal. 1–18, 2017.
S. Rochayati, D. Setyorini, M. T. Sutriadi, dan E. S. Harsanti, “Teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas padi sawah di Indonesia,” Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, vol. 38, no. 3, hal. 119–132, 2019. https://doi.org/10.21082/jp3.v38n3.2019.119-132
T. Suhendrata, “Peran penyuluhan pertanian dalam pengembangan adopsi inovasi teknologi pertanian,” Jurnal Litbang Pertanian, vol. 38, no. 2, hal. 55–66, 2019. https://doi.org/10.21082/jp.v38n2.2019.55-66
A. Mukherjee dan R. Lal, “Biochar and soil characteristics,” dalam Advances in Agronomy, vol. 123. New York: Academic Press, 2014, hal. 1–40. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-420225-2.00001-9
S. M. Haefele, C. Knoblauch, M. Gummert, Y. Konboon, dan S. Koyama, “Black carbon (biochar) in rice-based systems: Characteristics and opportunities,” Advances in Agronomy, vol. 162, hal. 237–288, 2020. https://doi.org/10.1016/bs.agron.2020.02.002 DOI: https://doi.org/10.1016/bs.agron.2020.02.002
Badan Pusat Statistik Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Serdang Bedagai dalam Angka 2023. Serdang Bedagai: BPS Kabupaten Serdang Bedagai, 2023.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, FOLU Net Sink 2030: Indonesia's Forestry and Other Land Use Net Sink 2030. Jakarta: KLHK, 2022.
D. Suprayogo, R. H. Susanto, dan S. E. Rahim, “Model pemberdayaan petani melalui pendampingan partisipatif dalam pengelolaan lahan berkelanjutan,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 26, no. 4, hal. 254–263, 2020. https://doi.org/10.22146/jpkm.49001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lutfi Henderlan Harahap, Henny Pratiwi, Miyarnis, Gratis Kanisius Gulo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





