Edukasi Wisata Pokdarwis dalam Pengelolaan Tur Mangrove dan Penanaman Mangrove
DOI:
https://doi.org/10.59025/c50gfd83Keywords:
Magang sosial, Edukasi Ekowisata, Konservasi Mangrove, , Wisata pesisirAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan magang sosial mahasiswa UMRAH di Kelompok Sadar Wisata Pengudang sebagai ruang pembelajaran lapangan dalam memahami praktik edukasi ekowisata mangrove dan dinamika pemberdayaan masyarakat pesisir. Kegiatan magang diperlukan untuk menjembatani pembelajaran teoritis di bangku kuliah dengan praktik nyata pengelolaan wisata berbasis konservasi lingkungan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan yang diusulkan berupa keterlibatan langsung mahasiswa dalam pengelolaan tur mangrove, penyampaian edukasi lingkungan kepada wisatawan, serta partisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove selama satu bulan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap proses edukasi ekowisata, peran kepemimpinan lokal, serta mekanisme partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pengurus kelompok, dan dokumentasi kegiatan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas Pokdarwis mampu memperkaya proses edukasi wisata, sekaligus memperkuat kesadaran ekologis mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa magang sosial di Kelompok Sadar Wisata Pengudang menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif dalam memahami dan mendukung pengelolaan ekowisata mangrove berkelanjutan.
References
R. Buckley, “Sustainable tourism and environmental education,” Journal of Sustainable Tourism, vol. 20, no. 4, pp. 528–546, 2012. DOI: https://doi.org/10.1016/j.annals.2012.02.003
R. Costanza et al., “The value of the world’s ecosystem services and natural capital,” Nature, vol. 387, no. 6630, pp. 253–260, 1997. DOI: https://doi.org/10.1038/387253a0
N. K. Denzin and Y. S. Lincoln, The SAGE Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks, CA, USA: Sage Publications, 2018.
N. Fadilah, “Peran komunitas lokal dalam pengelolaan wisata berbasis konservasi,” Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, vol. 3, no. 2, pp. 78–89, 2021.
D. A. Fennell, Ecotourism. London, UK: Routledge, 2020. DOI: https://doi.org/10.4324/9780429346293
D. A. Kolb, Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ, USA: Prentice Hall, 2015.
J. Kretzmann and J. McKnight, Building Communities from the Inside Out. Evanston, IL, USA: ACTA Publications, 2017.
A. Putra, “Peran partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowisata pesisir,” Jurnal Sosiologi Lingkungan, vol. 4, no. 1, pp. 45–56, 2019.
Rahmawati and Suryani, “Pengembangan ekowisata mangrove berbasis masyarakat di Kepulauan Riau,” Jurnal Pembangunan Wilayah dan Pesisir, vol. 5, no. 2, pp. 112–123, 2020.
C. Scheyvens, Tourism for Development: Empowering Communities. Harlow, UK: Pearson Education, 2011.
J. P. Spradley, Participant Observation. New York, NY, USA: Holt, Rinehart and Winston, 2016.
E. F. Weaver, Community-Based Tourism Development. Oxford, UK: Elsevier, 2016.
S. Wearing and J. Neil, Ecotourism: Impacts, Potentials and Possibilities. Oxford, UK: Butterworth-Heinemann, 2009. DOI: https://doi.org/10.4324/9780080940182
M. Walters, “Mangrove conservation and community participation: Lessons from Southeast Asia,” Ocean & Coastal Management, vol. 89, pp. 54–63, 2014.
T. Whitmarsh and S. O’Neill, “Green identity, green living? The role of pro-environmental self-identity in determining consistency across diverse pro-environmental behaviours,” Journal of Environmental Psychology, vol. 30, no. 3, pp. 305–314, 2010. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2010.01.003
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rika Sari Suciati, Ranggela, Nadia Dwi Oktari, Suryaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






