Implementasi Modul Home-Based Learning untuk Pemulihan Belajar Siswa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Authors

  • Triami Lestari Universitas Samudra
  • Riska Amelia Universitas Samudra
  • Ummi Amanah Universitas Samudra
  • Afrahun Naziah Universitas Samudra
  • Cici Maulida Universitas Samudra
  • Ahyar Pulungan Universitas Samudra
  • Fadhilah Dhani Santika Falah Universitas Lambung Mangkurat
  • Putri Damela Universitas Teuku Umar
  • Munawwarohpane SDN 74 Jambi

DOI:

https://doi.org/10.59025/99gn6b44

Keywords:

Home-Based Learning , pendidikan darurat, bencana banjir, siswa sekolah dasar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Desa Geudham, Kabupaten Aceh Tamiang, menyebabkan terhentinya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, khususnya bagi anak usia sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program penyediaan akses belajar mandiri melalui modul Home-Based Learning (HBL) sebagai solusi pendidikan darurat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action melalui lima tahapan terintegrasi, yaitu sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat desa, pemetaan sasaran dan persiapan logistik, bimbingan teknis bagi mahasiswa pendamping dan wali murid, pelaksanaan pendampingan belajar terpusat di meunasah desa, serta evaluasi melalui observasi partisipatif dan kuesioner kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa distribusi modul HBL beserta alat tulis kepada 50 siswa berdampak positif dalam mendukung keberlangsungan pembelajaran yang sempat terhenti. Selain itu, tingkat partisipasi siswa, orang tua, mahasiswa pendamping, dan perangkat desa tergolong sangat tinggi selama pendampingan. Evaluasi kepuasan mitra juga mencatat penilaian yang sangat baik terhadap materi kegiatan, modul HBL, dan pendampingan mahasiswa. Secara keseluruhan, program HBL berbasis modul fisik ini terbukti praktis digunakan di tengah kendala infrastruktur pascabencana, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai strategi alternatif guna menjaga keberlangsungan pendidikan di daerah rawan bencana.

References

A. Hartono et al., “Implementasi Pendidikan Darurat Berbasis Literasi Kebencanaan bagi Pelajar Terdampak Banjir di Aceh Tamiang,” Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 6, no. 3, pp. 1392–1399, 2026, doi: 10.59395/altifani.v6i3.1158.

J. Lassa, M. Petal, and A. Surjan, “Understanding the impacts of floods on learning quality, school facilities, and educational recovery in Indonesia,” Disasters, vol. 47, no. 2, pp. 412–436, 2023.

A. Pulungan et al., “Pemulihan Produksi Padi Pasca Banjir Melalui Pemberian Pupuk Bagi Petani di Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 5, no. 3, pp. 2711–2717, Jul. 2026, doi: 10.59025/b5aanr10.

N. L. P. Teristonia, I. W. Widiana, and G. W. Bayu, “Fenomena Learning Loss pada Siswa Sekolah Dasar Pasca Pandemi Covid-19,” Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, vol. 6, no. 3, pp. 477–487, 2022, doi: 10.23887/jipp.v6i3.57469.

F. Nuriansyah, “Efektifitas Penggunaan Media Online dalam Meningkatkan Hasil Belajar Saat Pandemi Covid-19,” Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, vol. 1, no. 2, pp. 85–90, 2020.

A. Faisal and H. P. Lestari, “Ketimpangan Akses Pembelajaran Digital: Studi Kasus Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Pasca Pandemi,” Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora (MURADIK), vol. 2, no. 2, pp. 1–14, 2026, doi: 10.64365/muradik.v2i2.308.

L. L. D. Mallillin, “Home-based learning (HBL) practice theory and support: an approach to curriculum development program,” International Journal of Material and Mathematical Sciences, vol. 4, no. 3, pp. 45–60, 2022, doi: 10.34104/ijmms.022.045060.

E. T. Stringer, Action Research: A Handbook for Practitioners, 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2014.

A. N. Rahmadhani, M. Nurhasanah, and W. Bermi, “Pendampingan Program Belajar Calistung untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Desa Kandangsapi,” Al-Ma’un: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2024.

UNESCO, UNICEF, and W. Bank, “The State of the Global Education Crisis: A Path to Recovery,” UNESCO, Paris, New York, Washington, D.C., 2021.

D. Azzahra, I. Istirahayu, and K. Kamaruddin, “Hubungan Kepercayaan Diri dengan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 10, no. 4, pp. 1803–1817, Aug. 2026, doi: 10.31004/basicedu.v10i4.12976.

R. K. Sari, M. Mudjiran, Y. Fitria, and I. Irsyad, “Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Berbantuan Permainan Edukatif di Sekolah Dasar,” Jurnal Basicedu, vol. 5, no. 6, pp. 5593–5600, Nov. 2021, doi: 10.31004/basicedu.v5i6.1735.

J. Piaget, Science of Education and the Psychology of the Child. New York: Orion Press, 1970.

A. Bandura, Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, 1977.

T. Rambe and M. T. Rahmadi, “Pemberdayaan Masyarakat Pasca-Bencana: Program Mitigasi Kebencanaan, Kesiapsiagaan Masyarakat, Sekolah Darurat Untuk Korban Banjir Dan Longsor Di Desa Durian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang,” PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 355–375, 2026, doi: 10.47006/pendalas.v6i2.788.

M. Maisarah, I. U. Hasanah, H. ZN, I. S. Sahara, and C. Prasetya, “Pendampingan Psikososial Anak Sekolah Dasar Pascabencana Banjir Melalui Alat Permainan Edukatif di Aceh Tamiang,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 5, no. 2, pp. 1424–1431, May 2026, doi: 10.59025/v1d5ts85.

Published

03-11-2026

How to Cite

[1]
“Implementasi Modul Home-Based Learning untuk Pemulihan Belajar Siswa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 4, Nov. 2026, doi: 10.59025/99gn6b44.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Implementasi Modul Home-Based Learning untuk Pemulihan Belajar Siswa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 4, Nov. 2026, doi: 10.59025/99gn6b44.