Peningkatan Kapasitas Pembudidaya serta Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Kepiting Bakau melalui Sistem Baterai (Battery Cell) di Desa Alue Kumba, Aceh Timur

Authors

  • Achmad Zacky Shodri Universitas Samudra
  • Suri Purnama Febri Universitas Samudra
  • Cici Maulida Universitas Samudra
  • Puji Agustian Universitas Samudra
  • Iwan Mahadi Sihotang Universitas Samudra
  • Ahyar Pulungan Universitas Samudra https://orcid.org/0000-0002-9699-2854
  • Syardiansah Universitas Samudra
  • Mahdaliana Universitas Malikussaleh
  • Syahriandi Universitas Malikussaleh
  • Radhiah Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.59025/yak14x06

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Kepiting Bakau (Scylla serrata), Penggemukan, Sistem Baterai (Battery Cell), Kelompok Pembudidaya

Abstract

Penggemukan kepiting bakau (Scylla serrata) menggunakan sistem battery cell merupakan salah satu inovasi teknologi budidaya yang berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan mendukung pengelolaan budidaya secara lebih terkontrol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok pembudidaya melalui penerapan teknologi sistem baterai dalam usaha penggemukan kepiting bakau. Mitra kegiatan adalah Mandiri Jaya di Desa Alue Kumba, Aceh Timur, beranggotakan 10 orang yang menjalankan usaha penggemukan kepiting bakau skala kelompok dengan sistem pemeliharaan konvensional. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan dan pengelolaan wadah baterai dan pendampingan budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis anggota kelompok pembudidaya, dari rata-rata 33,13% pada pre-test menjadi 84,38% pada post-test, atau meningkat sebesar 51,25 poin persentase. Pada 100 ekor kepiting yang dipelihara selama 30 hari, sistem baterai yang mengisolasi kepiting secara individu menunjukkan survival rate 92%, dibandingkan 45% pada data sistem konvensional sebelum kegiatan (data pembanding, bukan kontrol paralel), dengan pertambahan bobot mutlak 92,5 g/ekor dan FCR 4,2. Secara keseluruhan, kegiatan ini berpotensi meningkatkan kapasitas dan efisiensi teknis usaha kelompok pembudidaya.

Author Biographies

Achmad Zacky Shodri, Universitas Samudra

Prodi Akuakultur, Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian

Suri Purnama Febri, Universitas Samudra

Prodi Akuakultur, Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian

Cici Maulida, Universitas Samudra

Prodi Akuakultur, Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian

Puji Agustian, Universitas Samudra

Prodi Akuakultur, Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian

Iwan Mahadi Sihotang, Universitas Samudra

Prodi Akuakultur, Jurusan Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian

References

A. Muhtadi et al., “Status dan sebaran mangrove di kawasan konservasi Taman Pulau Kecil, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara,” Depik, vol. 9, no. 2, pp. 200–209, Jun. 2020, doi: 10.13170/depik.9.2.15065.

A. Muhtadi and R. Leidonald, “The relationship between water quality and aquatic organisms in tidal lakes, Medan-Indonesia ,” International Conference on Agriculture, Environment, and Food Security, pp. 1–7, 2024.

M. Y. Karim, “Kinerja pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) yang diberi pakan berbeda,” Jurnal Akuakultur Indonesia, vol. 6, no. 2, pp. 161-166., 2007.

S. A. Akbar, D. F. Putra, and I. Rusydi, “Budidaya Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Teknologi Apartemen Sistem Resirkulasi Desa Cot Lamkuweueh, Kota Banda Aceh,” Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, vol. 4, no. 3, pp. 518–527, Sep. 2023, doi: 10.35870/jpni.v4i3.432.

B. Katiandagho, “Analisis fluktuasi parameter kualitas air terhadap aktifitas molting kepiting bakau (Scylla sp),” Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, vol. 7, no. 2, pp. 21–25, Oct. 2014, doi: 10.29239/j.agrikan.7.2.21-25.

Y. P. Hastuti, H. Nadeak, R. Affandi, and K. Faturrohman, “Penentuan pH optimum untuk pertumbuhan kepiting bakau Scylla serrata dalam wadah terkontrol,” Jurnal Akuakultur Indonesia, vol. 15, no. 2, pp. 171–179, Dec. 2016, doi: 10.19027/jai.15.2.171-179.

A. Yadav, M. T. Noori, A. Biswas, and B. Min, “A Concise Review on the Recent Developments in the Internet of Things (IoT)-Based Smart Aquaculture Practices,” Reviews in Fisheries Science & Aquaculture, vol. 31, no. 1, pp. 103–118, Jan. 2023, doi: 10.1080/23308249.2022.2090228.

R. L. Naylor et al., “A 20-year retrospective review of global aquaculture,” Nature, vol. 591, no. 7851, pp. 551–563, Mar. 2021, doi: 10.1038/s41586-021-03308-6.

H. Herlinah, A. Tenriulo, and E. Suryati, “Hormon ecdysteron dari ekstrak daun murbei, morus spp. Sebagai moulting stimulan pada kepiting bakau,” Jurnal Riset Akuakultur, vol. 9, no. 3, p. 387, Dec. 2014, doi: 10.15578/jra.9.3.2014.387-397.

F. W. Pasang, Y. Linggi, and S. Suleman, “Perbandingan Efektivitas Sistem Baterai dan Konvensional terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata),” Jurnal Vokasi Ilmu-Ilmu Perikanan (JVIP), vol. 5, no. 1, pp. 105–112, 2024, doi: 10.35726/jvip.v5i1.7352.

C. Tulangow, P. Santoso, and A. Y. H. Lukas, “Pengaruh frekuensi pemberian pakan ikan rucah terhadap pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) dengan menggunakan sistem baterai,” Jurnal Aquatik, vol. 2, no. 2, pp. 50–61, 2019, doi: https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/2568.

A. Djunaedi, S. Sunaryo, and B. P. Aditya, “Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata Forsskål, 1775) dengan ukuran pakan berbeda pada budidaya dengan sistem baterai,” Jurnal Kelautan Tropis, vol. 18, no. 1, pp. 170–178, Jun. 2015, doi: 10.14710/jkt.v18i1.513.

A. Adila, Septifitri, and M. Ali, “Penggemukan kepiting bakau (Scylla serrata) dengan pakan yang berbeda,” Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, vol. 15, no. 2, pp. 13–21, 2020, doi: 10.31851/jipbp.v15i2.5086.

A. Kurniawan, M. Haikal, N. Rahmadina, and S. Berliani, “Model budidaya kepiting soka skala rumah tangga sistem apartemen sebagai sarana edukasi masyarakat pulau bangka,” Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, vol. 2, no. 1, pp. 8–14, Jan. 2022, doi: 10.58466/literasi.v2i1.155.

A. Pulungan et al., “Pemulihan produksi padi pasca banjir melalui pemberian pupuk bagi petani di Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 5, no. 3, pp. 2711–2717, Jul. 2026, doi: 10.59025/b5aanr10.

C. Gustina et al., “Pendampingan usaha pembesaran kepiting bakau pada tambak tradisional untuk meningkatkan pendapatan Pokdakan Laot Berjaya di Kabupaten Aceh Tamiang,” Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 6, no. 1, p. 217, Jan. 2026, doi: 10.35931/ak.v6i1.5826.

T. L. Jolaosho and S. L. Akintola, “Survival, growth performance, length–weight relationship and biochemical composition of cultured rainbow crab (Cardisoma armatum) fed plant and animal protein diets,” Aquaculture Science and Management, vol. 2, no. 1, Sep. 2025, doi: 10.1186/s44365-025-00024-4.

S. Sarkar et al., “Development of a submersible cage system for mud crab (Scylla serrata) grow-out operations: an efficient and sustainable method for enhancing growth and survival,” Aquaculture Science and Management, vol. 3, no. 1, Mar. 2026, doi: 10.1186/s44365-026-00036-8.

A. Fahrizal and M. Nasir, “Pengaruh penambahan probiotik dengan dosis berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan (Fcr) Ikan Nila (Oreochromis Niloticus),” Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta, vol. 9, no. 1, pp. 69–80, Dec. 2018, doi: 10.33506/md.v9i1.310.

R. Pratiwi, “Biologi Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Perairan Indonesia,” Oseana, vol. 36, no. 1, pp. 1–11, 2011.

S. Aslamyah and Y. Fujaya, “stimulasi molting dan pertumbuhan kepiting bakau (scylla sp.) Melalui aplikasi pakan buatan berbahan dasar limbah pangan yang diperkaya dengan ekstrak bayam,” Ilmu Kelaut., vol. 15, no. 3, pp. 170–178, 2010, doi: 10.14710/ik.ijms.15.3.170-178.

A. Hanif and S. Herlina, “Persentase pemberian pakan ikan rucah yang berbeda terhadap pertumbuhan kepiting bakau (Scylla spp.),” Jurnal Ilmu Hewani Tropika (Journal of Tropical Animal Science), vol. 10, no. 1, pp. 1–5, 2021.

V. I. Fardiyah, A. G. Tantu, and S. Mulyani, “Analisis usaha budidaya kepiting bakau untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya tambak di Kabupaten Pangkep,” Journal of Aquaculture and Environment, vol. 3, no. 2, pp. 34–40, 2021, doi: 10.35965/jae.v3i2.1069.

J. Mwaluma and B. Kaunda-Arara, “Growth and survival of Mud Crab, Scylla serrata, reared in bottom and floating cages within Mida Creek mangroves, coastal Kenya,” Aquat. Ecosyst. Health Manag., vol. 24, pp. 27–34, Jan. 2021, doi: 10.14321/aehm.024.01.06.

Published

03-11-2026

How to Cite

[1]
“Peningkatan Kapasitas Pembudidaya serta Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Kepiting Bakau melalui Sistem Baterai (Battery Cell) di Desa Alue Kumba, Aceh Timur”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 4, Nov. 2026, doi: 10.59025/yak14x06.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Peningkatan Kapasitas Pembudidaya serta Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Kepiting Bakau melalui Sistem Baterai (Battery Cell) di Desa Alue Kumba, Aceh Timur”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 4, Nov. 2026, doi: 10.59025/yak14x06.