Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui KUBE dan Peternakan Kambing oleh DT Peduli Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.59025/hwjjky09Keywords:
Pemberdayaan Ekonomi, Kelompok Usaha Bersama, Peternakan Kambing, Filantropi Islam, Zakat Produktif.Abstract
Kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kemandirian masyarakat. DT Peduli Yogyakarta mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan peternakan kambing sebagai bentuk pemanfaatan zakat produktif dan filantropi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program, meliputi asesmen, pemberian bantuan, pelatihan, pendampingan, monitoring, serta manfaat yang diperoleh penerima manfaat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer melalui wawancara dan observasi serta data sekunder berupa dokumentasi program. Penelitian dilaksanakan pada 16–25 Juli 2026 di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan melibatkan 20 informan yang terdiri atas pengelola program, ketua kelompok, penasihat, dan anggota penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan. Pada KUBE, bantuan peralatan mendukung peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan pemasaran. Pada peternakan kambing, sebagian penerima manfaat mengalami perkembangan aset melalui reproduksi ternak dan memperoleh manfaat ekonomi rumah tangga. Kendala meliputi kesehatan ternak, kematian ternak, dan pemasaran. Program berpeluang dikembangkan melalui penguatan pendampingan, pemasaran, dan pemanfaatan hasil samping peternakan.
References
Badan Pusat Statistik, “Profil Kemiskinan di Indonesia September 2025,” Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2026. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/02/05/2536/profil-kemiskinan.html
E. Suharto, Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: Refika Aditama, 2017.
R. Chambers, Rural Development: Putting the Last First. London: Longman, 1983.
Republik Indonesia, “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat,” Jakarta, 2011. [Online]. Available: https://peraturan.go.id/id/uu-no-23-tahun-2011
A. Fauzia, Faith and the State: A History of Islamic Philanthropy in Indonesia. Leiden: Brill, 2013. doi: 10.1163/9789004249202.
I. S. Beik and L. D. Arsyianti, Ekonomi Pembangunan Syariah, ed. revisi. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
H. Hamzah and F. F. Hidayah, “The Empowerment of Productive Zakat Influence on Independence of The Community,” International Journal of Nusantara Islam, vol. 7, no. 2, pp. 203–218, 2020. doi: 10.15575/ijni.v7i2.10000.
R. Adawiyah, D. A. Akbar, and F. Africano, “Does Management of Productive Zakat Affect on Mustahiq Empowerment in BAZNAS South Sumatra?,” Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakat, vol. 20, no. 1, pp. 117–128, 2020. doi: 10.19109/nurani.v20i1.5417.
U. Wutsqah, “Productive Zakat for Community Empowerment: an Indonesian Context,” Journal of Sharia Economics, vol. 3, no. 1, pp. 1–17, 2021. doi: 10.35896/jse.v3i1.179.
A. Sugeng and A. T. Puspita, “Empowerment of Productive Zakat for the Welfare of the Poor in Bandar Lampung City,” International Journal of Islamic Economics, vol. 4, no. 1, pp. 35–48, 2022. doi: 10.32332/ijie.v4i1.5167.
H. Sabila and E. Saptutyningsih, “Islamic Philanthropy Empowerment Fund in Social Economic Affairs,” Journal of Economics Research and Social Sciences, vol. 4, no. 1, pp. 1–16, 2020. doi: 10.18196/jerss.040115.
H. Jamal and T. Turasih, “Mustahik’s Participation Model in the Productive Zakat Fund Distribution Program,” Prosperity: Journal of Society and Empowerment, vol. 2, no. 2, pp. 86–99, 2022. doi: 10.21580/prosperity.2022.2.2.12476.
I. Yuliartati, “Pemberdayaan Masyarakat pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE),” Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 1–12, 2019. doi: 10.24014/jmm.v4i2.7734.
B. S. Annisa and A. Ariyani, “Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Kurang Mampu melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Desa Langko, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat,” Jurnal Warta Desa, vol. 2, no. 1, pp. 33–38, 2020. doi: 10.29303/jwd.v2i1.91.
N. D. Dewi and A. Zaenurrosyid, “Islamic Philanthropic Institutions in the Development of Education and Economic Empowerment,” Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, vol. 12, no. 1, pp. 19–34, 2023. doi: 10.35878/islamicreview.v12i1.695.
M. N. Hosen, R. Hidayat, N. Hidayah, and F. Lathifah, “The Management of Productive Zakat in Indonesia: The Case of Baznas’ Economic Empowerment Program,” Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, vol. 13, no. 2, pp. 455–474, 2024. doi: 10.15408/sjie.v13i2.42673.
M. Arifin and A. Sari, “Economic Empowerment Based on Islamic Philanthropy in Surabaya,” MALIA: Jurnal Ekonomi Islam, vol. 14, no. 2, pp. 286–296, 2023. doi: 10.35891/ml.v14i2.3866.
E. Kurniawati, N. Fauza, N. A. R. Faiza, and M. W. Fatoni, “Metamorphosis of Productive Zakat: Integrating Zakat Utilization and Women Empowerment for Achieving Sustainable Development Goals,” Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, vol. 11, no. 1, pp. 28–41, 2025. doi: 10.30983/islam_realitas.v11i1.9486.
M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2020. ISBN: 978-1-5443-7185-6.
N. K. Denzin, “Triangulation,” in The Blackwell Encyclopedia of Sociology, G. Ritzer, Ed. Wiley, 2015. doi: 10.1002/9781405165518.wbeost050.pub2.
Ramadhan, V., Setiawan, D., & Misdawita, M. (2023). “Peranan dana zakat produktif terhadap perkembangan usaha mikro mustahik melalui program Riau Makmur pada BAZNAS Provinsi Riau (Studi kasus Kota Pekanbaru),” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, vol. 9, no. 3, pp. 3697–3704. doi: 10.29040/jiei.v9i3.9795.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Nuraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






