Peningkatan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir melalui Tandon Komunal dan Hygiene Kits

Authors

  • Danar Hadisugelar Universitas Samudra
  • Saiful Mahdi Universitas Samudra

DOI:

https://doi.org/10.59025/tmax4202

Keywords:

Air Bersih, Banjir, Hygiene kits, Tandon Air Komunal

Abstract

Banjir yang dipicu oleh fenomena Siklon Tropis Senyar di Desa Seuneubok Pidie, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan terganggunya akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih serta mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui penyediaan tandon air komunal dan distribusi Hygiene kits. Pelaksanaan meliputi survei dan identifikasi kebutuhan masyarakat, sosialisasi program kepada masyarakat dan aparatur desa, pengadaan serta pemasangan tandon air komunal, distribusi Hygiene kits, serta pendampingan dan evaluasi berkala. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi sumber air bersih, tingkat kerusakan akibat banjir, dan menentukan lokasi strategis pemasangan tandon air. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan program. Tahap implementasi menghasilkan tersedianya sarana penyediaan air bersih yang lebih aman dan mudah diakses oleh masyarakat, disertai pembagian perlengkapan kebersihan untuk mendukung praktik higiene pada masa pascabanjir. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat guna memastikan fasilitas dimanfaatkan secara optimal. Program ini memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir, meningkatkan akses terhadap air bersih, serta mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

Author Biographies

Danar Hadisugelar, Universitas Samudra

Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian

Saiful Mahdi, Universitas Samudra

Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian

References

M. Nanda et al., “The Influence of Flood Education on Student Awareness at State Junior High School 34 Medan,” Int. J. Heal. Econ. Soc. Sci., vol. 8, no. 1, pp. 706–713, 2026, doi: 10.56338/ijhess.v8i1.10248.

S. Susilawati, A. Gunawan, R. Hanafi, N. Hanifa, and M. Faiza, “Analysis of Water & Sanitation Hygiene Problems During Flood Disaster in Sei Serindan Village, Sei Kepayang District, Asahan Regency,” PROMOTOR, vol. 8, pp. 490–495, Aug. 2025, doi: 10.32832/pro.v8i4.1273.

D. Lowe, K. L. Ebi, and B. Forsberg, “Factors Increasing Vulnerability to Health Effects before, during and after Floods,” 2013. doi: 10.3390/ijerph10127015.

A. Aydın, M. Yüceer, E. U. Ulugergerli, and C. Caner, “Improving food security as disaster relief using intermediate moisture foods and active packaging technologies,” Appl. Food Res., vol. 4, no. 1, p. 100378, 2024, doi: https://doi.org/10.1016/j.afres.2023.100378.

S. Gendeshmin, H. Seyedin, and M. Dowlati, “Drinking water supply for communities affected by natural disaster emergencies: a qualitative study,” BMC Emerg. Med., vol. 25, Apr. 2025, doi: 10.1186/s12873-025-01225-9.

B. Rahman, M. Akmal, T. Muzaffarsyah, and R. Yunanda, “Community Participation in Flood Management Systems in Aceh Utara Regency,” J. Ecohumanism, vol. 3, pp. 1832–1851, Oct. 2024, doi: 10.62754/joe.v3i7.4332.

S. Nelson, D. Drabarek, A. Jenkins, and J. Negin, “How community participation in water and sanitation interventions impacts human health , WASH infrastructure income and and service longevity in low- ­ income countries : a realist review,” BMJ Open, vol. 11, pp. 1–18, 2021, doi: 10.1136/bmjopen-2021-053320.

M. Sheikh, F. Bajwa, M. Aslam, and B. Mir, “Survey Research: Descriptive and Analytical Power, Types and Usages,” Int. J. Polit. Soc. Sci. Rev., vol. 3, pp. 231–239, Nov. 2024.

M. B. Putra, A. Endang, S. Murwani, and B. Risdiyanto, “Communication Strategy in Increasing Community Participation in the Development of Gembung Raya Village,” J. Law, Soc. Sci. Manag. Rev., vol. 2, no. 3, pp. 107–114, 2026.

R. Karunarathne, “Role of Community Participatory Approach in Community Development,” Acad., vol. 03, no. 01, pp. 802–822, Mar. 2025, doi: 10.5281/zenodo.14850894.

S. Samantaray, P. Vihariya, P. Mishra, A. Khuntia, S. Satapathy, and S. Mohanty, “Are mobile advisory and face-to-face communication effective for enhancing the capabilities of farmers-evidence from farm science centre,” Int. J. Agric. Ext. Soc. Dev., vol. 7, no. 10, pp. 24–30, 2024.

S. B. Ankon, E. A. Nishat, and M. M. Riana, “Sustainability assessment of community-based water supply projects: A multi-criteria decision approach,” Groundw. Sustain. Dev., vol. 19, p. 100849, 2022, doi: https://doi.org/10.1016/j.gsd.2022.100849.

J. Ploeg, L. de Witt, B. Hutchison, L. Hayward, and K. Grayson, “Evaluation of a research mentorship program in community care.,” Eval. Program Plann., vol. 31, no. 1, pp. 22–33, Feb. 2008, doi: 10.1016/j.evalprogplan.2007.10.002.

T. P. Al Djono and D. Daniel, “The effect of community contribution on the functionality of rural water supply programs in Indonesia,” Groundw. Sustain. Dev., vol. 19, p. 100822, 2022, doi: https://doi.org/10.1016/j.gsd.2022.100822.

R. Y. Kasri, P. Wirutomo, H. Kusnoputranto, and S. S. Moersidik, “Citizen engagement to sustaining community-based rural water supply in Indonesia,” Int. J. Dev. Issues, vol. 16, no. 3, pp. 276–288, 2017, doi: 10.1108/IJDI-03-2017-0031.

Published

26-09-2026

How to Cite

[1]
“Peningkatan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir melalui Tandon Komunal dan Hygiene Kits”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 4, Sep. 2026, doi: 10.59025/tmax4202.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Peningkatan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir melalui Tandon Komunal dan Hygiene Kits”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 4, Sep. 2026, doi: 10.59025/tmax4202.