Edukasi dan Demonstrasi Perawatan Luka Sederhana sebagai Upaya Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat Pascabencana di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues

Authors

  • Ismayadi Universitas Sumatera Utara
  • Nilawati Universitas Bunda Thamrin
  • Syahferi Anwar Universitas Haji
  • Linawati Togatorop Universitas Bunda Thamrin
  • Ruminta Sirait STIKes Darmo

DOI:

https://doi.org/10.59025/aeys9x17

Keywords:

Edukasi, Perawatan Luka, Kesiapsiagaan Bencana

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, dan Kabupaten Gayo Lues, khususnya Kecamatan Blangkejeren, termasuk wilayah rawan banjir dan tanah longsor yang kerap menimbulkan korban luka. Keterbatasan tenaga kesehatan serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang perawatan luka—termasuk kebiasaan menggunakan bahan tradisional seperti abu dan daun-daunan yang berisiko infeksi—menjadi masalah utama di tiga desa sasaran (Palok, Agusen, dan Tetinggi). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam perawatan luka sederhana pascabencana guna memperkuat kesiapsiagaan berbasis komunitas. Metode pelaksanaan mengintegrasikan tiga tahap, yaitu edukasi ceramah interaktif, demonstrasi oleh tenaga ahli, dan redemonstrasi mandiri oleh peserta, yang dilaksanakan selama tiga hari di tiga desa dengan total 60 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test–post-test pengetahuan (20 soal) dan lembar observasi keterampilan (15 indikator). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan dari 42,3 menjadi 80,5 (peningkatan 90,3%; uji Paired Sample T-Test, p = 0,000), serta 72% peserta mampu melakukan perawatan luka dengan benar, keduanya melampaui target keberhasilan 70%. Pendekatan community-based yang memadukan edukasi, demonstrasi, dan redemonstrasi terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat di daerah rawan bencana dengan akses layanan kesehatan terbatas. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi dan diintegrasikan ke dalam Rencana Penanggulangan Bencana desa guna keberlanjutan kesiapsiagaan masyarakat.

Author Biographies

Ismayadi, Universitas Sumatera Utara

Fakultas Keperawatan

Nilawati, Universitas Bunda Thamrin

Program Studi Sarjana Ilmu

Syahferi Anwar, Universitas Haji

Fakultas Ilmu Kesehatan

Linawati Togatorop, Universitas Bunda Thamrin

Program Studi D3 Keperawatan

Ruminta Sirait, STIKes Darmo

Program Studi D3

References

W. H. Organization, “Disaster Risk Management for Health: Overview,” WHO Press, Geneva, 2011.

R. Gupta, S. Gupta, and A. Kumar, “Wound Care in Disaster and Mass Casualty Settings: A Systematic Review,” Int. J. Disaster Risk Reduct., vol. 45, pp. 1–12, 2020, doi: 10.1016/j.ijdrr.2020.101458.

M. Arifin and S. Wahyuni, “Pengetahuan Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Luka di Daerah Rawan Bencana,” J. Keperawatan Indones., vol. 24, no. 2, pp. 85–93, 2021, doi: 10.7454/jki.v24i2.1115.

M. Bakri, N. Hasan, and O. Kadir, “Faktor Risiko Infeksi Luka Pasca Bencana di Daerah Terpencil,” Media Kesehat. Masy. Indones., vol. 19, no. 3, pp. 170–178, 2020, doi: 10.30597/mkmi.v19i3.9872.

A. Susanto, B. Prabowo, and C. Lestari, “Efektivitas Pelatihan Perawatan Luka Berbasis Komunitas pada Masyarakat Pasca Bencana,” J. Pengabdi. Masy. Keperawatan, vol. 3, no. 1, pp. 1–9, 2022, doi: 10.26714/jpmk.v3i1.7634.

H. Yusuf, I. Ramadhan, and J. Siregar, “Community-Based Wound Care Training as Disaster Preparedness Strategy in Remote Areas,” Asian J. Community Heal., vol. 2, no. 1, pp. 12–20, 2022, doi: 10.22515/ajch.v2i1.4321.

K. Pertiwi and L. Santoso, “Moist Wound Healing: Konsep dan Penerapannya dalam Kondisi Keterbatasan Sumber Daya,” J. Luka Indones., vol. 7, no. 2, pp. 55–63, 2021, doi: 10.33992/jli.v7i2.1234.

D. Nurjanah, E. Hidayat, and F. Rahmawati, “Pengaruh Demonstrasi terhadap Keterampilan Perawatan Luka Sederhana pada Kader Kesehatan,” J. Keperawatan Komunitas, vol. 10, no. 1, pp. 45–53, 2023, doi: 10.31983/jkk.v10i1.8921.

V. Maulana, W. Nugraha, and X. Putri, “Pengaruh Media Leaflet dan Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawatan Luka,” J. Promosi Kesehat. Indones., vol. 17, no. 1, pp. 12–20, 2022, doi: 10.14710/jpki.17.1.12-20.

E. Rahayu, F. Kurnia, and G. Prasetyo, “Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Pertolongan Pertama Luka di Wilayah Rawan Bencana Aceh,” J. Ilmu Keperawatan, vol. 11, no. 1, pp. 23–31, 2023, doi: 10.21776/jik.v11i1.5678.

Y. Ardiyanto, Z. Kurniawan, and A. Wulandari, “Kesiapsiagaan Kader Kesehatan dalam Menghadapi Bencana di Daerah Terpencil,” J. Kesehat. Masy., vol. 10, no. 3, pp. 98–106, 2022, doi: 10.15294/kemas.v10i3.34567.

B. Santoso, C. Utami, and D. Wijaya, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Wound Care dalam Program Kesiapsiagaan Bencana,” J. Masy. Madani, vol. 8, no. 2, pp. 67–76, 2023, doi: 10.35905/jmm.v8i2.3456.

P. Cahyono, Q. Dewi, and R. Fitria, “Peran Perawat Komunitas dalam Penanggulangan Bencana,” J. Ilmu Keperawatan Komunitas, vol. 4, no. 2, pp. 34–41, 2021, doi: 10.31596/jikk.v4i2.7145.

Downloads

Published

10-07-2026

How to Cite

[1]
“Edukasi dan Demonstrasi Perawatan Luka Sederhana sebagai Upaya Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat Pascabencana di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 3, pp. 2364–2373, Jul. 2026, doi: 10.59025/aeys9x17.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Edukasi dan Demonstrasi Perawatan Luka Sederhana sebagai Upaya Penguatan Kesiapsiagaan Masyarakat Pascabencana di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 3, pp. 2364–2373, Jul. 2026, doi: 10.59025/aeys9x17.