Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa Untuk Penanganan Pasien Gaduh Gelisah Dan Resiko Bunuh Diri

Authors

  • Syenshie Wetik Universitas Katolik De La Salle Manado https://orcid.org/0000-0001-6195-6151
  • Angela Alfonsin Maria Lusia Laka Universitas Katolik De La Salle Manado
  • Cornelia Fransiska Sandehang Universitas Katolik De La Salle Manado

DOI:

https://doi.org/10.59025/qcwst903

Keywords:

Kader Kesehatan Jiwa (KKJ), Kegawadaruratan Psikiatri , Manajemen Gaduh Gelisah, Resiko Bunuh Diri , Resiko Perilaku Kekerasan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Abstract

Berbagai perilaku amuk, gaduh gelisah, risiko bunuh diri, serta kekambuhan pasien ODGJ dapat terjadi di masyarakat pada waktu yang tidak dapat diperkirakan. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak aman, kekhawatiran, dan ketakutan di masyarakat karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, muncul stigma dan diskriminasi terhadap pasien ODGJ dan keluarganya yang dapat memperburuk kondisi sosial di lingkungan sekitar. Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) merupakan garda terdepan yang berperan penting dalam menghadapi pasien dan keluarga ODGJ serta mendukung pelayanan kesehatan jiwa di komunitas. Oleh karena itu, kader perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan khusus dalam menghadapi situasi tersebut di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan jiwa di Puskesmas Wawonasa, Kota Manado. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, role play dan simulasi. Hasil: Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 62,7 meningkat menjadi 86,5 pada post-test. Kader menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengenali gejala serta melakukan penanganan awal secara tepat. Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan ini efektif meningkatkan kemampuan kader kesehatan jiwa dalam menangani pasien gaduh gelisah dan individu dengan risiko bunuh diri di masyarakat. Saran: Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan diperluas ke wilayah lain agar kapasitas kader dalam pelayanan kesehatan jiwa semakin optimal

References

The Zebra team, “Mental Health Statistics,” The Zebra.

E. P. Ryan and M. A. Oquendo, “Suicide Risk Assessment and Prevention: Challenges and Opportunities,” Focus, vol. 18, no. 2, pp. 88–99, Apr. 2020, doi: 10.1176/appi.focus.20200011. DOI: https://doi.org/10.1176/appi.focus.20200011

M. F. Alam et al., “Community prevalence of psychiatric disorders: Findings from a nationwide survey in Bangladesh,” Asian J. Psychiatry, vol. 92, p. 103897, Feb. 2024, doi: 10.1016/j.ajp.2023.103897. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ajp.2023.103897

H.-H. Yeh et al., “Diagnosed Mental Health Conditions and Risk of Suicide Mortality,” Psychiatr. Serv., vol. 70, no. 9, pp. 750–757, Sep. 2019, doi: 10.1176/appi.ps.201800346. DOI: https://doi.org/10.1176/appi.ps.201800346

J. Sadek, B. Diaz-Piedra, L. Saleh, and L. MacDonald, “A narrative review: suicide and suicidal behaviour in older adults,” Front. Psychiatry, vol. 15, p. 1395462, May 2024, doi: 10.3389/fpsyt.2024.1395462. DOI: https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1395462

W. Siddiqui, G. Vikas, and M. R. Huecker, Agitation. California: StatPearls Publishing, 2023. [Online]. Available: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493153/

H. Susanti et al., “An exploration of the Indonesian lay mental health workers’ (cadres) experiences in performing their roles in community mental health services: a qualitative study,” Int. J. Ment. Health Syst., vol. 18, no. 1, p. 3, Jan. 2024, doi: 10.1186/s13033-024-00622-0. DOI: https://doi.org/10.1186/s13033-024-00622-0

S. S. Pinilih, E. Handayani, E. Shelviana, E. Rositasari, and M. Aziz, “Peningkatan Kesehatan Jiwa Melalui Peran Kader Menuju Kelurahan Siaga Sehat Jiwa,” Jurdimas J. Pengabdi. Kpd. Masy. R., vol. 3, no. 2, pp. 115–122, Jul. 2020, doi: 10.33330/jurdimas.v3i2.616. DOI: https://doi.org/10.33330/jurdimas.v3i2.616

F. Febriana, D. H. Rochmawati, and E. Setyowati, “Assistance of Community Cadres for Improving Mental Health in Bandarharjo Village,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. LPPM-Univ. Muhammadiyah Tasikmalaya, vol. 7, no. 2, pp. 594–599, 2024, doi: https://doi.org/10.35568/abdimas.v7i2.4690. DOI: https://doi.org/10.35568/abdimas.v7i2.4690

S. Dev et al., “Implementation of a pilot community-based psychosocial intervention for patients with psychoses in Chile and Brazil: a comparative analysis of users’ perspectives,” Glob. Ment. Health, vol. 8, p. e15, 2021, doi: 10.1017/gmh.2021.10. DOI: https://doi.org/10.1017/gmh.2021.10

M. Agrest et al., “Implementing a community-based task-shifting psychosocial intervention for individuals with psychosis in Chile: Perspectives from users,” Int. J. Soc. Psychiatry, vol. 65, no. 1, pp. 38–45, Feb. 2019, doi: 10.1177/0020764018815204. DOI: https://doi.org/10.1177/0020764018815204

A. U. Mawaddah and K. Wisnusakti, “Pengaruh Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa Terhadap Self Efficacy, Pengetahuan Dan Keterampilan Kader Dalam Mendeteksi Dini Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Masyarakat: Litteratur Review,” J. Health Res. Sci., vol. 2, no. 01, pp. 39–46, Jun. 2022, doi: 10.34305/jhrs.v2i1.471. DOI: https://doi.org/10.34305/jhrs.v2i1.471

E. A. Susmiatin and M. K. Sari, “Pengaruh Pelatihan Sehat Jiwa terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Jiwa,” Indones. J. Health Sci., vol. 13, no. 1, pp. 72–81, Jun. 2021, doi: 10.32528/ijhs.v13i1.5044. DOI: https://doi.org/10.32528/ijhs.v13i1.5044

M. K. Sari, “Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini Dan Home Visit Pada Odgj Terhadap Performa Kader Kesehatan Jiwa,” J. Kesehat., vol. 12, no. 2, pp. 145–151, Dec. 2021, doi: 10.38165/jk.v12i2.258. DOI: https://doi.org/10.38165/jk.v12i2.258

M. Zaini and K. Komarudin, “Pendampingan Kader Kesehatan Jiwa dalam Melakukan Home Visit di Desa Siaga Sehat Jiwa,” ABDI Nusant. J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 1, no. 1, pp. 39–44, Feb. 2025, doi: 10.64198/abdinusantara.v1i1.12. DOI: https://doi.org/10.64198/abdinusantara.v1i1.12

K. Khair Anwar, N. Nurmiaty, and D. N. S. Arum, “Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Pemberian MP-ASI,” Health Inf. J. Penelit., vol. 15, no. 2, p. e751, Aug. 2023, doi: 10.36990/hijp.v15i2.751. DOI: https://doi.org/10.36990/hijp.v15i2.751

Downloads

Published

28-11-2025

How to Cite

[1]
“Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa Untuk Penanganan Pasien Gaduh Gelisah Dan Resiko Bunuh Diri”, J. Masy. Madani Indones., vol. 4, no. 4, pp. 1642–1648, Nov. 2025, doi: 10.59025/qcwst903.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa Untuk Penanganan Pasien Gaduh Gelisah Dan Resiko Bunuh Diri”, J. Masy. Madani Indones., vol. 4, no. 4, pp. 1642–1648, Nov. 2025, doi: 10.59025/qcwst903.