Implementasi Gerak Triple-E: Pemberdayaan Kader dalam Skrining HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.59025/xrbfhq86Keywords:
Gerak Triple-E, Kader Kesehatan, Skrining Terpadu, HIV, Ibu HamilAbstract
HIV, sifilis, dan hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia karena berisiko menular dari ibu ke bayi, sementara skrining terpadu ibu hamil di Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa belum optimal akibat terbatasnya kapasitas kader kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan PKK dalam skrining terpadu HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil melalui pendekatan Gerak Triple-E. Kegiatan dilaksanakan 19 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Bangun Rejo dengan metode penyuluhan, demonstrasi media edukasi digital, serta diskusi tanya jawab, diikuti seluruh kader kesehatan yang diundang. Evaluasi dilakukan deskriptif melalui pengamatan partisipasi, kemampuan kader menjelaskan kembali alur skrining, serta umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader tentang penularan ibu ke anak dan pentingnya skrining dini, serta kemampuan menjelaskan kembali alur skrining Triple-E kepada sesama peserta. Media edukasi digital Gerak Triple-E diterima baik sebagai alat bantu penyuluhan inovatif dan mudah diakses, berpotensi direplikasi mempercepat eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B nasional
References
Azizah, N., Adethia, K., Damanik, L. P., Sinaga, R., & Pitaloka, D. (2022). The relationship behavior of pregnant women to the utilization of triple elimination examination in Puskesmas Kuala Bangka Kab. Labuhan Batu Utara. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1). DOI: https://doi.org/10.47710/ijmr.v2i1.29
Chairunnisa, M., Lestari, A. S., Kurniati, P. T., & Rudtitasari, A. (2025). Program edukasi mengenai triple eliminasi untuk mencegah penularan HIV, hepatitis B, dan sifilis pada ibu hamil. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 3. DOI: https://doi.org/10.61132/natural.v3i3.1684
Deteksi, D., Risiko, D., & Hiv, I. (2023). Pemanfaatan pelayanan triple eliminasi dalam deteksi dini risiko HIV. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 144–153. DOI: https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v15i1.2175
Fitri, E., Azizah, N., Sinaga, R., Nduru, S. W., & Sinaga, K. (2025). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang HIV-AIDS dengan pemanfaatan pemeriksaan HIV oleh ibu hamil di Puskesmas Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Kesehatan STIKes Mitra Husada Medan, 3(April). DOI: https://doi.org/10.57213/naj.v3i2.630
Irianti, M., & Karlinah, N. (2024). Penyuluhan dan pemeriksaan triple elimination sebagai upaya deteksi dini penyakit menular pada ibu hamil. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(2), 84–89. DOI: https://doi.org/10.29407/dimastara.v3i2.22874
Janz, N. K., & Becker, M. H. (1984). The health belief model: A decade later. Health Education Quarterly, 11(1), 1–47. DOI: https://doi.org/10.1177/109019818401100101
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman program pencegahan penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Perry, H. B., Zulliger, R., & Rogers, M. M. (2014). Effectiveness of community health workers in improving health outcomes in low- and middle-income countries: A systematic review.
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335. DOI: https://doi.org/10.1177/109019817400200403
Sugiharto, V. D., Hafza, N., Muhammadiy, N. S., Riyanti, R., Cao, L. C., & Huyen, D. T. (2025). Prevalence of occult hepatitis B infection and hepatitis B genotype characterization among blood donors in Jember Regency, East Java, Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat. DOI: https://doi.org/10.1186/s12879-025-11864-9
Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization. (2018). Community health workers: A strategy to ensure access to primary health care services. WHO.
World Health Organization. (2024). Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. WHO Press.
World Health Organization. (2025). Country guidance for planning triple elimination of mother-to-child transmission of HIV, syphilis and hepatitis B virus programmes. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240112490
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Azizah, Ester Simanullang, Friza Novita Sari Situmorang, Rosmani Sinaga, Ingka K Pangaribuan, Sindi Cantika Sianturi, Niska Wati Waruw

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





