Implementasi Teknologi Puts Dalam Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Padi Sawah di Desa Pematang Sijonam
DOI:
https://doi.org/10.59025/3mngy753Keywords:
Efisiensi Pemupukan, Padi Sawah, Pertanian Berkelanjutan, PUTS, Uji Tanah.Abstract
Petani padi sawah di Indonesia umumnya masih menerapkan pemupukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa mempertimbangkan kondisi aktual unsur hara tanah, sehingga terjadi pemborosan pupuk, peningkatan biaya produksi, dan penurunan kualitas tanah. Permasalahan serupa ditemukan di Desa Pematang Sijonam, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan efisiensi pemupukan melalui implementasi teknologi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanah. Kegiatan dilaksanakan pada 28 April 2026 di balai desa setempat dengan pendekatan workshop dan pendampingan masyarakat, melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Tani Makmur. Tahapan kegiatan meliputi survei awal, identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan penggunaan PUTS, praktik lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan petani dari 42,6 % menjadi 87,3 %. Penerapan rekomendasi pemupukan berbasis hasil PUTS menurunkan penggunaan urea sebesar 25 % dan SP-36 sebesar 28,6 %, menekan biaya pemupukan sekitar 24,9 %, sekaligus meningkatkan produktivitas padi 13,5 %. Kegiatan ini efektif sebagai model pemberdayaan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tingkat desa
References
H. Sembiring, K. Subagyono, and I. W. Suastika, “Tantangan keberlanjutan produksi padi nasional di tengah perubahan iklim,” Pengembangan Inovasi Pertanian, vol. 15, no. 1, pp. 1–15, Mar. 2022, doi: 10.21082/pip.v15n1.2022.1-15.
Kementerian Pertanian, Statistik Produksi Tanaman Pangan Tahun 2023. Jakarta, Indonesia: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2024, doi: 10.55981/pusdatin.2024.001.
E. Wahyuni, R. Aldila, and M. Hasan, “Praktik pemupukan padi sawah di Indonesia: Permasalahan dan solusi,” Jurnal Pertanian Terpadu, vol. 9, no. 2, pp. 156–170, Dec. 2021, doi: 10.36084/jpt.v9i2.376.
S. Nurjannah and A. D. Pratiwi, “Analisis penggunaan pupuk anorganik pada usaha tani padi sawah di Sumatera Utara,” Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, vol. 16, no. 1, pp. 23–36, Mar. 2022, doi: 10.20956/jsep.v16i1.18205.
S. Hartati, A. Wibowo, and R. K. Putri, “Dampak pemupukan anorganik berlebih terhadap kualitas tanah dan emisi gas rumah kaca di lahan padi sawah,” Jurnal Tanah dan Iklim, vol. 47, no. 1, pp. 45–58, Jun. 2023, doi: 10.21082/jti.v47n1.2023.45-58.
D. Setyowati and A. Mulyani, “Degradasi tanah akibat pemupukan tidak berimbang dan strategi pemulihannya,” Jurnal Sumberdaya Lahan, vol. 18, no. 1, pp. 1–14, Jul. 2024, doi: 10.21082/jsdl.v18n1.2024.1-14.
Balai Penelitian Tanah, Petunjuk Penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) Versi 2.0. Bogor, Indonesia: Balittanah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2022, doi: 10.55981/balittanah.2022.005.
A. Suryana, B. Pratama, and S. Lestari, “Validasi akurasi perangkat uji tanah sawah (PUTS) untuk rekomendasi pemupukan padi,” Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, vol. 10, no. 2, pp. 187–198, Jul. 2023, doi: 10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.6. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.6
F. Rahmawati and T. Susanto, “Penerapan teknologi PUTS untuk efisiensi pemupukan padi sawah di lahan sawah irigasi,” Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, vol. 6, no. 2, pp. 134–145, Aug. 2022, doi: 10.21082/jpptp.v6n2.2022.p134-145.
R. Hidayat, B. Santosa, and D. Marlina, “Efektivitas perangkat uji tanah sawah (PUTS) dalam meningkatkan efisiensi penggunaan hara pada padi sawah,” Jurnal Agronomi Indonesia, vol. 51, no. 3, pp. 287–298, Dec. 2023, doi: 10.24831/jai.v51i3.45128.
P. Lestari, E. Nurhayati, and A. Wibawa, “Pertanian berkelanjutan: Konsep, prinsip, dan implementasi di Indonesia,” Jurnal Pertanian Berkelanjutan, vol. 8, no. 2, pp. 75–92, Jun. 2024, doi: 10.36418/jpb.v8i2.1287.
A. Permadi, N. Yuliani, and R. Saputra, “Adopsi teknologi uji tanah sawah pada petani padi di Indonesia: Tantangan dan peluang,” Jurnal Penyuluhan, vol. 20, no. 1, pp. 65–78, Mar. 2024, doi: 10.25015/20202444112.
R. Andriani, H. Sulaiman, and M. N. Hakim, “Pendekatan participatory rural appraisal dalam program pemberdayaan petani padi sawah,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, vol. 5, no. 2, pp. 112–125, Sep. 2023, doi: 10.31764/jpmi.v5i2.16823. DOI: https://doi.org/10.61813/jlppm.v2i2.34
K. Wijaya, R. Susilowati, and A. Hidayatullah, “Efektivitas pelatihan partisipatif terhadap peningkatan pengetahuan petani tentang pemupukan berimbang,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 7, no. 3, pp. 245–258, Nov. 2023, doi: 10.32832/jpkm.v7i3.10238.
M. Anwar, S. Yulianto, and L. Indarwati, “Implementasi pemupukan spesifik lokasi berbasis perangkat uji tanah pada padi sawah,” Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, vol. 25, no. 2, pp. 78–89, Oct. 2023, doi: 10.29244/jitl.25.2.78-89.
D. P. Sari and B. H. Saputra, “Pengaruh pemupukan berimbang terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha tani padi,” Jurnal Agro Ekonomi, vol. 41, no. 1, pp. 33–48, May 2023, doi: 10.21082/jae.v41n1.2023.33-48.
N. Wulandari, A. Pranata, and Y. Hartono, “Pemberdayaan petani melalui transfer teknologi pertanian: Studi kasus di Sumatera Utara,” Jurnal Penyuluhan Pertanian, vol. 18, no. 2, pp. 95–108, Jul. 2024, doi: 10.51852/jpp.v18i2.567.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yelfi Yana Linda Br Jabat, Ida Zulfida, Dora Silvia Dewi, Mukti Hakim, Salman Alfarisi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





