Peningkatan Ketahanan Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri Terhadap Ancaman Hidrometeorologi Melalui Rencana Pengelolaan Drainase
DOI:
https://doi.org/10.59025/k17r8863Keywords:
Cagar budaya, Hidrometeorologi, Drainase lerengAbstract
Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, merupakan situs bersejarah dan budaya yang sangat penting, menarik ribuan peziarah dan wisatawan setiap tahunnya. Keberadaan kompleks makam ini, yang terletak di lereng bukit dengan topografi berundak, menjadikannya rentan terhadap dampak peristiwa hidrometeorologi, khususnya curah hujan ekstrem. Kondisi lerengnya yang labil akibat infiltrasi air permukaan dan air tanah, ditambah dengan kemungkinan sistem drainase eksisting yang belum optimal atau kurang terpelihara, meningkatkan risiko destabilisasi. Pengabdian kepada Masyarakat ini secara spesifik bertujuan untuk membantu mitra, yaitu pengelola Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri dan masyarakat sekitar, dalam merencanakan serta merumuskan desain pembuatan sistem drainase yang efektif. Dalam rangka penanganan potensi longsor akibat intensitas hujan yang lebat, maka perlu dibangun saluran drainase lereng untuk mengurangi dampak yang tidak diharapkan. Pertama, Tahap Survei dan Identifikasi Masalah, serta menginventarisasi infrastruktur drainase yang sudah ada. Tahap selanjutnya, Perencanaan Desain Drainase Penangkapan Air Hujan, di mana tim bersama mitra akan merumuskan konsep dan desain rinci sistem drainase penangkap air hujan yang efektif untuk lereng curam. Berdasarkan hasil kajian dan diskusi, saluran drainase direncanakan dengan Kala Ulang Hujan 10 Tahunan dan menggunakan material U-ditch dengan dimensi saluran untuk Saluran 1 dengan dimensi 60 x 70 cm, Saluran Rencana A dengan dimensi 40 cm x 40 cm, Saluran Rencana B dengan dimensi 40 cm x 40 cm dan peningkatan kapasitas Saluran Eksisting 3 (Sal C) dengan dimensi 40 cm x 60 cm
References
H. C. Hardiyatmo, Tanah Longsor dan Penanggulangannya, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012.
M. A. B. Ratih Nurmala Saridewi, “Pemodelan Sistem Drainase Perkotaan Menggunakan EPA SWMM 5.1,” CivETech: Civil Engineering and Technology Journal, vol. 6, no. 1, pp. 36-53, 2024. DOI: https://doi.org/10.47200/civetech.v6i1.2246
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Jakarta: Sekretariat Negara, 2010.
D. Karnawati, Bencana Alam Dominan di Indonesia: Teori dan Mitigasi, Yogyakarta: Program Studi Teknik Geologi, FT UGM, 2005.
A. P. Muchamad Arif Budiyanto, “Evaluasi Kinerja Embung Song Bolong Selopamioro Imogiri, Bantul,” CivETech: Civil Engineering and Technology Journal, vol. 2, no. 2, pp. 37-43, 2020. DOI: https://doi.org/10.47200/civetech.v15i2.720
B. K. Bantul, “Laporan Tahunan Kejadian Bencana,” Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bantul, 2017.
d. Subagyo Pramumijoyo, “Analisis Kestabilan Lereng di Kawasan Makam Raja-Raja Imogiri,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 5, no. 2, p. 45–58, 2019.
d. K. S. J. Purnomo, “Metodologi Pengabdian Masyarakat Berbasis Partisipatif,” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 12-25, 2020.
Suripin, Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, Yogyakarta: Andi Offset, 2004.
C. D. Soemarto, Hidrologi Teknik, Jakarta: Erlangga, 1999.
S. S. &. S. Fauziyah, “Analisis Karakteristik dan Intensitas Hujan Kota Surakarta,” Matriks Teknik Sipil, pp. 82-89, 2013.
B. Triatmodjo, Hidrologi Terapan, Yogyakarta: Beta Offset, 2008.
H. K. M. A. S. Muchamad Arif Budiyanto, “Analisis Aliran Banjir Sungai Gajah Wong Daerah Istimewa Yogyakarta,” Civil Engineering and Technology Journal, vol. 4, no. 1, pp. 30-40, 2022. DOI: https://doi.org/10.47200/civetech.v4i1.1104
T. a. N. A. Widyasari, “Kurva Intensitas Durasi Frekuensi Hujan Kabupaten Bantul Dengan Menggunakan Metode Mononobe,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 12, no. 2, pp. 113-132, 2023.
D. J. C. Karya, Tata Cara Perencanaan Sistem Drainase Perkotaan (SNI 02-2406-1991), Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 1991.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muchamad Arif Budiyanto, Ratih Nurmala Saridewi, Hendra sufarjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





