Pemeriksaan Kesehatan Berbasis Posbindu Sebagai Strategi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Di Martubung
DOI:
https://doi.org/10.59025/pkk78273Keywords:
Pos Pembinaan Terpadu, Pascabanjir, Pemeriksaan kesehatan, Deteksi dini, Pencegahan penyakitAbstract
Banjir yang terjadi di wilayah Martubung menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis dan terbatasnya akses pelayanan kesehatan setelah bencana. Permasalahan utama mitra adalah belum optimalnya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang terstruktur dan berbasis masyarakat sehingga deteksi dini penyakit belum maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan berbasis Pos Pembinaan Terpadu sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan, memberikan edukasi kesehatan, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, simulasi, dan praktik langsung melalui pendekatan lima meja yang terdiri dari registrasi, anamnesa, pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi, serta edukasi dan konseling. Kegiatan dilaksanakan di posko banjir Martubung dengan melibatkan 55 peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta tidak memiliki riwayat penyakit, namun ditemukan beberapa kasus tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan ringan seperti penyakit kulit. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pencegahan penyakit, sehingga efektif sebagai upaya promotif dan preventif pascabanjir.
References
M. Ramli, H. Maryani, and I. Batubara, “Tanggung Jawab Hukum Pemerintah Dalam Mitigasi Dan Penanganan Bencana Banjir Di Kota Medan,” Iuris Stud., vol. 6, pp. 432–439, 2025.
F. Syafyusari, W. L. Hendayani, R. Afnuhazi, and R. F. Amalia, “Skrinning Kesehatan Pasca Banjir Bandang dan Galodo di Nagari Paninjauan,” J. Pustaka Mitra, vol. 4, no. 4, pp. 150–154, 2024.
N. Tahun, M. Ptm, and P. Masyarakat, “Masyarakat Empowering Posbindu Workers In Early Detection Of Non-Communicable Pendahuluan Penyakit Tidak Menular ( PTM ) atau biasa sebagai penyakit degenerative karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang angka tersebut dapat meningkat menjadi 23 juta ,” GEMAKES J. Pengabdi. Kpd., vol. 5, pp. 14–20, 2025, doi: 10.36082/gemakes.v5i1.1757. DOI: https://doi.org/10.36082/gemakes.v5i1.1757
N. Tahun, D. Melitus, D. Ciamis, and K. Sungkai, “Masyarakat Empowerment Of Posbindu Cadres In The Prevention Of Non- Pendahuluan Badan kesehatan dunia ( WHO ) tahun 2022 penting , karena berdampak terhadap produktivitas Hiperkolesterol di potensi untuk mengembangkan desa , termasuk Pos Pembinaan Terpadu,” GEMAKES J. Pengabdi. Kpd., vol. 4, pp. 137–142, 2024, doi: 10.36082/gemakes.v4i1.1528. DOI: https://doi.org/10.36082/gemakes.v4i1.1528
S. Hanifah, A. Triastuti, P. T. Menular, K. Kesehatan, and P. Kronis, “Implementasi Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU-PTM) di Dusun Sambiroto Sleman,” J. ADARMA-LP3M-UJB Vol., no. 2, 2025.
K. P. Barat and P. T. Menular, “Evaluasi Pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu ( Posbindu ) PTM di Kabupaten Pesisir Barat Analysis of The Effectiveness of Posbindu in Control and Prevention of Communicable Diseases Nova Susilawati *, Atikah Adyas , Achmad Djamil Prodi Magister Kesehatan Ma,” Poltekita J. Ilmu Kesehat., vol. 15, no. 2, pp. 178–188, 2021. DOI: https://doi.org/10.33860/jik.v15i2.494
K. Soropia, K. Konawe, and S. Muhsinah, “Skrining dan Edukasi Kesehatan Penyakit Tidak Menular , dan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Desa Telaga Biru ,” J. Inovasi, Pemberdaya. dan Pengabdi. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 1–7, 2023, doi: 10.36990/jippm.v3i2.1213. DOI: https://doi.org/10.36990/jippm.v3i2.1213
P. C. Linda et al., “Edukasi Banjir Dan Penyakit Pasca Banjir Pada Masyarakat Kelurahan Jati,” J. Pandu Husada, vol. 4, no. 3, pp. 42–45, 2023.
B. Wicaksono, W. A. Kuncoro, and W. K. Wardani, “Kolaborasi profesi / tenaga kesehatan dalam manajemen bencana meliputi fase pra bencana , siaga darurat , dan tanggap darurat,” J. Evidence-based Nurs. Public Heal., vol. 1, no. 1, pp. 25–35, 2024. DOI: https://doi.org/10.61511/jevnah.v1i1.2024.512
A. L. S. Slamet Ifandi, “Pemeriksaan Tekanan Darah dan Kolestrol pada Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Desa Wombo Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,” Inov. Sos. J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. November, 2025. DOI: https://doi.org/10.62951/inovasisosial.v2i4.2355
V. Widyaningsih, C. Augustania, D. Agustia, R. P. Febrinasari, M. Fritz, and J. Koot, “Opportunities for improvement of community-based non-communicable disease screening practices in Indonesia : a participant satisfaction survey,” BMC Health Serv. Res., vol. 25, no. 1051, p. 2519, 2025. DOI: https://doi.org/10.1186/s12913-025-13181-y
C. N. Indriani, D. Tamtomo, and A. Probandari, “Pengaruh Pelibatan Keluarga Dalam Program Prolanis Terhadap Kepatuhan Minum Obat Dan Pengendalian Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe2,” J. Manaj. Pelayanan Kesehat., vol. 18, no. 01, pp. 36–40, 2015.
E. R. V Purba et al., “Upaya Peningkatan Lansia Sehat dan Sejahtera Di Panti Werdha Tat Twam Asi Jayapura,” J. Masy. Madan, vol. 2, no. 4, pp. 498–503, 2023. DOI: https://doi.org/10.59025/js.v2i4.171
R. M. Teungku Muhammad Sabil, Alhuda, “Dukungan Kesehatan Masyarakat Melalui Aksipeduli Banjirdi Aceh Tamiang,” ABDI J. Pengabdi. Kpd. Masyarakatengabdian Kpd. Masy., vol. 2, pp. 159–164, 2025.
L. Trisasmita, “Edukasi Dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pasca Banjir Di Panti Asuhan Furqan Sumang Kota Makassar,” Sarwahita J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 19, no. 3, pp. 434–448, 2022. DOI: https://doi.org/10.21009/sarwahita.193.6
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rut Yohana Girsang, Dilma’aarij Agustia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





