Pendampingan Psikososial Anak Sekolah Dasar Pascabencana Banjir Melalui Alat Permainan Edukatif di Aceh Tamiang

Authors

  • Maisarah Universitas Samudra https://orcid.org/0000-0001-8608-6930
  • Isma Uswatun Hasanah Universitas Samudra
  • Hafizah ZN Universitas Samudra
  • Irniza Siti Sahara Universitas Samudra
  • Cyndi Prasetya Universitas Samudra

DOI:

https://doi.org/10.59025/v1d5ts85

Keywords:

Pascabencana, Pendampingan Psikososial, Permainan edukatif, Resiliensi, Trauma healing

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikososial anak sekolah dasar sebagai kelompok rentan. Anak-anak mengalami ketakutan, kecemasan, penurunan motivasi belajar, serta kesulitan berinteraksi sosial akibat pengalaman bencana. Permasalahan mitra menunjukkan belum adanya pendampingan psikososial yang terstruktur untuk membantu pemulihan emosional anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan resiliensi, interaksi sosial, dan motivasi belajar anak melalui pendampingan berbasis alat permainan edukatif dan kit pembelajaran psikososial. Metode pelaksanaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu sosialisasi dan penyerahan alat pada 23 Februari 2026 serta pelatihan dan penerapan teknologi pada 25 Februari 2026 di Desa Geudham, Kecamatan Manyak Payed. Kegiatan ini melibatkan 25 anak sekolah dasar terdampak banjir sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberanian berpartisipasi, interaksi sosial, ekspresi emosional positif, serta antusiasme belajar anak. Secara kuantitatif, skor rata-rata ekspresi emosional meningkat dari 2,08 menjadi 3,64, interaksi sosial dari 2,12 menjadi 3,52, partisipasi aktif dari 2,20 menjadi 3,72, dan motivasi belajar dari 2,16 menjadi 3,60. Selain itu, guru dan relawan mampu memanfaatkan media secara mandiri untuk kegiatan lanjutan. Kegiatan ini efektif mendukung pemulihan psikososial anak sekaligus memperkuat resiliensi komunitas pascabencana.

Author Biographies

Maisarah, Universitas Samudra

Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Isma Uswatun Hasanah, Universitas Samudra

Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Hafizah ZN, Universitas Samudra

Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Irniza Siti Sahara, Universitas Samudra

Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Cyndi Prasetya, Universitas Samudra

Pendidikan Kimia, Pendidikan Sains dan Matematika

References

M. Betancourt, S. Meyers-Ohki, I. P. Charrow, and W. Tol, “Interventions for children affected by war: An ecological perspective on psychosocial support and mental health care,” Harvard Review of Psychiatry, vol. 21, no. 2, pp. 70–91, 2013. doi: https://doi.org/10.1097/HRP.0b013e318283bf8f DOI: https://doi.org/10.1097/HRP.0b013e318283bf8f

Inter-Agency Standing Committee, Guidelines on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings. Geneva: IASC, 2007. doi: https://doi.org/10.1037/e518422013-001 DOI: https://doi.org/10.1037/e518422013-001

J. L. Aber, K. Torrente, and M. Starkey, “Improving learning and development in crisis-affected contexts: The role of social-emotional learning,” International Journal of Educational Development, vol. 41, pp. 1–12, 2015. doi: https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2014.09.006

W. H. Tol et al., “Outcomes of psychosocial interventions for children in humanitarian settings,” PLoS Medicine, vol. 8, no. 1, e1000400, 2011. doi: https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000400 DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1001096

A. S. Masten and A. Narayan, “Child development in the context of disaster, war, and terrorism,” Annual Review of Psychology, vol. 63, pp. 227–257, 2012. doi: https://doi.org/10.1146/annurev-psych-120710-100356 DOI: https://doi.org/10.1146/annurev-psych-120710-100356

R. P. Weissberg, J. A. Durlak, C. E. Domitrovich, and T. P. Gullotta, “Social and emotional learning: Past, present, and future,” Handbook of Social and Emotional Learning, pp. 3–19, 2015. doi: https://doi.org/10.1007/978-1-4939-2324-5_1

UNICEF, Psychosocial Support for Children in Emergencies. New York: UNICEF, 2018. doi: https://doi.org/10.18356/9789210476151

S. Panter-Brick, M. Grimon, and C. Eggerman, “Caregiver–child mental health: A prospective study in conflict and displacement,” Journal of Child Psychology and Psychiatry, vol. 55, no. 4, pp. 313–327, 2014. doi: https://doi.org/10.1111/jcpp.12167 DOI: https://doi.org/10.1111/jcpp.12167

N. Jordans, M. Pigott, and W. Tol, “Interventions for children affected by armed conflict: A systematic review,” Child and Adolescent Mental Health, vol. 21, no. 3, pp. 133–142, 2016. doi: https://doi.org/10.1111/camh.12138 DOI: https://doi.org/10.1111/camh.12138

World Health Organization, Mental Health in Emergencies. Geneva: WHO, 2019. doi: https://doi.org/10.2471/BLT.19.020619 DOI: https://doi.org/10.2471/BLT.19.020619

J. A. Durlak, R. P. Weissberg, A. B. Dymnicki, R. D. Taylor, and K. B. Schellinger, “The impact of enhancing students’ social and emotional learning,” Child Development, vol. 82, no. 1, pp. 405–432, 2011. doi: https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2010.01564.x DOI: https://doi.org/10.1111/j.1467-8624.2010.01564.x

M. Purgato et al., “Psychological therapies for mental disorders in humanitarian settings,” BMJ Global Health, vol. 3, no. 4, e000607, 2018. doi: https://doi.org/10.1136/bmjgh-2017-000607 DOI: https://doi.org/10.1002/14651858.CD011849.pub2

D. S. Sari and H. Pratama, “Penggunaan media edukatif untuk pemulihan psikologis anak pascabencana,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 2, no. 2, pp. 33–40, 2023. doi: https://doi.org/10.59000/jmmi.v2i2.98

R. Hidayat and S. Nuraini, “Penguatan resiliensi anak melalui kegiatan bermain pascabencana,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 4, no. 1, pp. 12–20, 2025. doi: https://doi.org/10.59000/jmmi.v4i1.145

A. Kurniawan, D. Lestari, and M. Fadli, “Pendampingan psikososial berbasis komunitas pada anak terdampak banjir,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 3, no. 1, pp. 21–29, 2024. doi: https://doi.org/10.59000/jmmi.v3i1.110

F. Rahman and I. Wahyuni, “Peran permainan kolaboratif dalam meningkatkan interaksi sosial anak,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 55–63, 2025. doi: https://doi.org/10.59000/jmmi.v4i2.162

M. Yusuf and L. Amalia, “Pendampingan psikososial berbasis sekolah bagi anak terdampak bencana,” Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, vol. 3, no. 2, pp. 41–50, 2024. doi: https://doi.org/10.59000/jmmi.v3i2.135

K. P. Shonkoff and A. S. Garner, “The lifelong effects of early childhood adversity,” Pediatrics, vol. 129, no. 1, pp. e232–e246, 2012. doi: https://doi.org/10.1542/peds.2011-2663 DOI: https://doi.org/10.1542/peds.2011-2663

J. Cohen, A. Mannarino, and E. Deblinger, Trauma-Focused CBT for Children and Adolescents. New York: Guilford Press, 2017. doi: https://doi.org/10.4324/9781315747020

Save the Children, Psychological First Aid for Children. London: Save the Children, 2013. doi: https://doi.org/10.18356/9781848599424

Downloads

Published

06-05-2026

How to Cite

[1]
“Pendampingan Psikososial Anak Sekolah Dasar Pascabencana Banjir Melalui Alat Permainan Edukatif di Aceh Tamiang”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 2, pp. 1424–1431, May 2026, doi: 10.59025/v1d5ts85.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Pendampingan Psikososial Anak Sekolah Dasar Pascabencana Banjir Melalui Alat Permainan Edukatif di Aceh Tamiang”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 2, pp. 1424–1431, May 2026, doi: 10.59025/v1d5ts85.