Introduksi Budidaya Mikroalga Aurantiochytrium sp. Bernilai Ekonomis Tinggi Bagi Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu

Authors

  • Andri Hutari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Ranti An Nisaa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Suhendra Program Teknik Kimia, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
  • Sintha Ramadhani Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Qurrota Aslamia Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Muhammad Yustinian Iqbal Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

DOI:

https://doi.org/10.59025/988d8r16

Keywords:

Introduksi, Mikroalga, Aurantiochytrium sp., Pulau Pari

Abstract

Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di pulau Pari dan kurang disadari adalah kelimpahan dan potensi mikroalga. Masyarakat belum menyadari bahwa di pulau Pari terdapat mikroalga yang bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan terobosan dalam pemanfaatannya dan juga pelestarian ekosistem habitatnya. Hutan mangrove merupakan habitat dari beberapa mikroalga eukariotik yang bernilai ekonomi tinggi, seperti Aurantiochytrium sp. yang telah berhasil diisolasi dari hutan mangrove pulau Pari. Hutan mangrove yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna menjadi faktor penarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke pulau ini serta sekaligus menjadi faktor pendorong bagi masyarakat untuk mengembangkan wisata bahari sebagai mata pencaharian alternatif. Dengan demikian perlu adanya edukasi pengenalan mikroalga kepada warga pulau terkhusus yang menekuni sektor wisata bahari. Kegiatan ini diharapkan membekali masyarakat pulau agar lebih menyadari akan potensi mikro yang tidak tampak mata namun dapat memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat pulau. Kegiatan dilakukan dengan pemberian materi mikroalga terhadap warga sebanyak 24 peserta dalam bentuk presentasi dan buku saku yang telah disediakan. Kegiatan diawali dengan pemberian soal pretest dan diakhiri dengan pemberian soal posttest serta angket tanggapan kegiatan. Skor pretest yang diperoleh 42,61 sedangkan posttest 39,57. Dengan demikian telah terjadi penurunan pemahaman terhadap mikroalga. Hal ini diduga karena adanya kesalahan dalam tahapan pelaksanaan, yakni buku saku diberikan di awal kegiatan. Saat pretest warga sudah mencari tahu jawabannya dari buku saku tersebut, sedangkan saat posttest warga sudah tidak fokus menjawab karena hendak segera pulang sehingga mengisi dengan asal. Harapannya dengan warga memiliki wawasan tentang mikroalga dapat mengedukasi masyarakat, wisatawan, dan pengunjung pulau akan pentingnya pelestarian hutan mangrove yang merupakan habitat mikroalga serta membuka potensi peluang lain dari mikroalga

 

References

Neksidin, A. Fahrudin, and M. Krisanti, “Keberlanjutan Pengelolaan Wisata Bahari di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu,” J. Ilmu Pertan. Indones., vol. 26, no. 2, pp. 284–291, Apr. 2021, doi: 10.18343/jipi.26.2.284.

A. Hutari, R. A. Nisaa, Suhendra, Y. Agustin, and K. A. Ayunda, “Exploration Of High Economic Value Microalgaes In The Mangrove Area Of Pari Island, Seribu Islands, Jakarta,” J. Pembelajaran Dan Biol. Nukl., vol. 8, no. 3, pp. 662–672, Nov. 2022, doi: 10.36987/JPBN.V8I3.3096.

A. Richmond, Handbook of Microalgal Culture: Biotechnology and Applied Phycology. State Avenue, Ames, Iowa: Blackwell Publishing, 2004. Accessed: May 12, 2023. [Online]. Available: www.blackwellpublishing.com

H. H. Abd El-Baky, F. K. El Baz, and G. S. El-Baroty, “Production of Antioxidant by the Green Alga Dunaliella salina,” Int. J. Agric. Biol., vol. 6, no. 1, pp. 49–57, 2004, Accessed: Nov. 30, 2021. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/236842655

T. C. Adarme-Vega, D. K. Y. Lim, M. Timmins, F. Vernen, Y. Li, and P. M. Schenk, “Microalgal Biofactories: A Promising Approach Towards Sustainable Omega-3 Fatty Acid Production,” Microb. Cell Fact., vol. 11, no. 1, pp. 1–10, Jul. 2012, doi: 10.1186/1475-2859-11-96/TABLES/2.

I. M. Aasen et al., “Thraustochytrids As Production Organisms For Docosahexaenoic Acid (DHA), Squalene, and Carotenoids,” Appl. Microbiol. Biotechnol. 2016 10010, vol. 100, no. 10, pp. 4309–4321, Apr. 2016, doi: 10.1007/S00253-016-7498-4.

Suhendra, H. Zahro, E. Sulistiawati, P. Neubauer, and A. Hutari, “Kajian Singkat Potensi Rancang Bangun Pabrik OMEGA-3 (DHA) Kemurnian Tinggi Berbahan Baku Spesies Aurantiochytrium Dari Hutan Bakau Indonesia Untuk Menunjang Ketahanan Pangan Nasional,” J. KONVERSI, vol. 8, no. 1, p. 10, Jul. 2019, doi: 10.24853/KONVERSI.8.1.10.

T. Novianti, “Kajian Pemanfaatan Mikroalga Dunaliella salina Sebagai Bahan Fortifikasi Pangan Dengan Pendekatan Bioekonomi Kelautan,” Mangifera Edu, vol. 3, no. 2, pp. 100–109, Feb. 2019, doi: 10.31943/MANGIFERAEDU.V3I2.24.

S. Wouthuyzen et al., Gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu: Tinjauan Aspek Bio-Ekologi, Sosial-Ekonomi-Budaya, dan Pengelolaan Berkelanjutan. Jakarta: LIPI Press, 2020.

D. Marganingrum and Y. Sudrajat, “Estimasi Daya Dukung Sumber Daya Air di Pulau Kecil (Studi Kasus Pulau Pari),” J. Wil. dan Lingkung., vol. 6, no. 3, pp. 164–182, 2018, doi: 10.14710/jwl.6.3.164-182.

M. Alimudin and D. M. Dharmawati, “Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Dalam Meningkatkan Minat Pariwisata Pulau Pari (Mix Method: Exploratory Sequential Design),” J. Ekon. dan Manaj. Teknol., vol. 6, no. 2, pp. 342–350, Jul. 2022, doi: 10.35870/EMT.V6I2.689.

Kusumajanti, N. P. E. Widiastuti, and A. K. Nashir, “Peran Komunikasi Kelompok Istri Nelayan P. Pari Dalam Mendukung Keberhasilan Ekowisata,” in Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), Nov. 2018, vol. 1, pp. 112–122. Accessed: Jul. 14, 2023. [Online]. Available: https://prosiding-pkmcsr.org/index.php/pkmcsr/article/view/137

Sutrisno, A. Ali, and D. A. Mucra, “Kualitas Nutrisi Daun Mangrove (Rizophora apiculata) Sebagai Pakan Hijauan Alternatif Di Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti,” J. Nutr. Ternak Trop. dan Ilmu Pakan, vol. 4, no. 3, pp. 83–97, Sep. 2022, doi: 10.24198/JNTTIP.V4I3.37149.

S. Suryanti, C. A’in, and S. Rudiyanti, “Optimalisasi Pemanfaatan Daun Mangrove Menjadi Sabun dan Handsanitizer di Desa Mangunharjo, Tugu, Semarang,” Semin. Nas. Pengabdi. Kpd. Masy. UNDIP 2020, vol. 1, no. 1, pp. 329–333, Dec. 2020, Accessed: Oct. 18, 2023. [Online]. Available: https://proceedings.undip.ac.id/index.php/semnasppm2019/article/view/331

I. T. Suryaningtyas, “Senyawa Bioaktif Mikroalga Dan Prospeknya Di Masa Depan,” OSEANA, vol. 44, no. 1, pp. 15–25, Apr. 2019, doi: 10.14203/OSEANA.2019.VOL.44NO.1.28.

A. Nakazawa et al., “Optimization of Biomass and Fatty Acid Production by Aurantiochytrium sp. Strain 4W-1b,” Procedia Environ. Sci., vol. 15, pp. 27–33, Jan. 2012, doi: 10.1016/J.PROENV.2012.05.006.

A. Patel, U. Rova, P. Christakopoulos, and L. Matsakas, “Simultaneous production of DHA and squalene from Aurantiochytrium sp. grown on forest biomass hydrolysates,” Biotechnol. Biofuels, vol. 12, no. 1, p. 255, Dec. 2019, doi: 10.1186/s13068-019-1593-6.

B. Benjamin and P. A. Bela, “Penataan Kawasan Wisata Pulau Pari Dengan Konsep Ecotourism,” J. Sains, Teknol. Urban, Perancangan, Arsit., vol. 2, no. 1, pp. 1137–1152, Jun. 2020, doi: 10.24912/STUPA.V2I1.7277.

S. N. Sari and M. S. D. de Fretes, “Pengembangan Pariwisata Dalam Upaya Pembangunan Ekonomi Masyarakat Di Pulau Pari Kepulauan Seribu,” Abiwara J. Vokasi Adm. Bisnis, vol. 2, no. 2, pp. 6–12, Mar. 2021, doi: 10.31334/ABIWARA.V1I2.1384.

Published

25-04-2026

How to Cite

[1]
“Introduksi Budidaya Mikroalga Aurantiochytrium sp. Bernilai Ekonomis Tinggi Bagi Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 2, Apr. 2026, doi: 10.59025/988d8r16.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Introduksi Budidaya Mikroalga Aurantiochytrium sp. Bernilai Ekonomis Tinggi Bagi Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu”, J. Masy. Madani Indones., vol. 5, no. 2, Apr. 2026, doi: 10.59025/988d8r16.