Pemberdayaan Komunitas Anak Melalui Pemenuhan Literasi Di Sanggar Pelita Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.59025/bw0wdv03Keywords:
Literasi Anak, Intervensi Komunitas, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Lokal, Pengabdian MasyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat belajar anak-anak di lingkungan marginal melalui intervensi berbasis komunitas di Sanggar Pelita Medan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran serta rendahnya keterlibatan anak dalam aktivitas belajar yang produktif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pembelajaran, serta penguatan partisipasi sebanyak 30 anak dan 5 Ibu Rumah tangga yang tinggal disekitar sanggar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, ditandai dengan meningkatnya minat baca anak, keterlibatan aktif dalam mengerjakan pekerjaan rumah di sanggar, serta terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif melalui penyediaan sarana dan prasarana. Selain itu, partisipasi masyarakat sekitar juga mengalami perubahan signifikan, yang ditunjukkan melalui dukungan moral yang awalnya tidak perduli dengan kegiatan belajar dan bermain anak sekarang memperhatikan anak-anak yang belajar di Sanggar Pelita Anak dan dukungan material dapat dilihat dari sumbangan para orang tua kepada para tutor dalam bentuk makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi komunitas yang didukung oleh partisipasi masyarakat mampumeningkatkan minat literasi, dari 30 orang anak tidak suka belajar atau membaca menjadi suka dan sangat suka membaca dan yang sebelumnya tidak mau mengerjakan Pekerjaan Rumah dari sekolah sekarang mau mengerajakan Pekerjaan Rumah dengan bantuan tutor di Sanggar Pelita. Dengan demikian, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi anak di wilayah marginal perkotaan.
References
Adi, I. R. 2008. Intervensi Komunitas : Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta : Rajawali,
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Planning Association, 35(4), 216–224.
Alamsyah, C.P 2015. “Praktik Pekerja Sosial Generalis Suatu Tuntutan Intervensi”, Yogyakarta : Pustaka Belajar
Alfitri. (2011). Community Development: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation's place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235.
Ife, J. (2013). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice. Cambridge University Press.
Kenny, S. (2007). Developing communities for the future. 3rd edition. Melbourne: Thomson.
Nasdian, F.T. (2014). Pengembangan masyarakat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Midgley, J. (1995). Social development: The developmental perspective in social welfare. Sage Publications.
Payne, M. (2020). Modern Social Work Theory. Oxford University Press.
Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263.
Ritonga, F.U. (2022). Intervensi Komunitas dan Gerakan Sosial Birmingham Small Arm Owner’s Motorcycle Siantar (BOM’S). Yogyajarta: CV. Jejak Pustaka
Ritonga, F. U. (2023). Analisis Pemetaan Sosial Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial dari Perspektif Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. DOI: https://doi.org/10.32734/ljsp.v2i2.13491
Zastrow, C. (2017). Introduction to social work and social welfare: Empowering people. Cengage Learning.
Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology. Springer.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fajar Utama Ritonga, Muckhlis, Novita Sari, Tuti Atika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





