Pengembangan Air Baku Berkualitas Untuk Irigasi Cabai Dengan Deironing System di Desa Kuta Baru Tebing Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.59025/8p8cn296Keywords:
Air Irigasi, Deironing System, Kadar Besi, Tanaman Cabai, Kualitas AirAbstract
Petani cabai di Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, menghadapi permasalahan kualitas air irigasi akibat tingginya kandungan besi terlarut pada sumber air yang digunakan. Hasil pengukuran awal menunjukkan kadar besi terlarut sebesar 4,11 miligram per liter, yang menyebabkan terbentuknya endapan, penyumbatan saluran irigasi, serta penurunan kualitas lahan pertanian. Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai melalui Dana Internal Yayasan (DIYA) Universitas Medan Area dan bertujuan mengembangkan air baku irigasi yang lebih layak melalui penerapan sistem deironing berbasis aerasi dan penyaringan sederhana yang mudah dioperasikan oleh petani. Metode kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal kualitas air, perancangan dan pemasangan sistem deironing, pengujian kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan, serta pendampingan dalam pengoperasian dan pemeliharaan alat. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan kadar besi terlarut secara signifikan menjadi 0,32 miligram per liter setelah proses pengolahan, disertai peningkatan kejernihan air irigasi. Perbaikan kualitas air tersebut berdampak positif terhadap kondisi lahan dan mendukung pertumbuhan tanaman cabai yang lebih optimal. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan kualitas air irigasi dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada wilayah pertanian dengan permasalahan serupa.
References
A. Masduqi dan N. A. Febriyana, 2018. Aerasi dan filtrasi lanjut untuk menurunkan kadar besi dan klorida pada air tanah, IPTEK: The Journal for Technology and Science, vol. 29, no. 2, pp. 65–72, 2018. doi: 10.12962/j20882033.v29i2.4016
F. Ahamad, M. G. Rasul, and M. M. K. Khan, 2020. “Assessment of groundwater quality for irrigation and its impact on soil properties,” Environmental Technology & Innovation, vol. 19. doi: 10.1016/j.eti.2020.100823
Food and Agriculture Organization (FAO), 1994. Water Quality for Agriculture. Rome: FAO Irrigation and Drainage Paper No. 29 Rev.
H. Jeong, H. Kim, and T. Jang, 2016. “Irrigation water quality standards for indirect wastewater reuse in agriculture,” Water, vol. 8, no. 4, p. 169. doi: 10.3390/w8040169. DOI: https://doi.org/10.3390/w8040169
Pratiwi, D., dan S. Wahyuni, 2022. “Efektivitas filtrasi pasir dan karbon aktif dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air tanah,” Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 21, no. 1, pp. 45–52.
Rahmawati, N., & Hidayat, T., 2020. Efektivitas kombinasi aerasi dan filtrasi karbon aktif dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur. Jurnal Teknik Lingkungan, 6(2), 45–52.
Rosidah, N. Pramitasari, A. M. Kartini, T. K. Kumalasari, dan I. H. Aselna, 2024. Pengaruh waktu aerasi dan sedimentasi terhadap penurunan kadar besi pada air sumur, JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene, vol. 3, no. 1. doi: 10.31537/jernih.v3i1.2344. DOI: https://doi.org/10.31537/jernih.v3i1.2344
Sihotang, H., dan R. Sinaga, 2024. “Analisis kandungan logam besi (Fe) pada air sumur bor untuk kebutuhan irigasi pertanian,” Jurnal Teknik Lingkungan, vol. 30, no. 1, pp. 15–23.
Sutrisno, T., Wibowo, A., & Nugroho, S. (2018). Penurunan kadar besi (Fe) dalam air tanah menggunakan metode aerasi dan filtrasi pasir. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 34–40.
Yuliani, T., dan S. Kurniawan, 2018. “Pengaruh kualitas air irigasi terhadap sifat kimia tanah pertanian,” Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, vol. 5, no. 2, pp. 789–796.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Asyiah Dalimunthe, Yuan Anisa, Fadhillah Azmi, M. Ilham, Defi Mita Fitrianti Saragih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





