Community Engagement sebagai Instrumen Penguatan Tata Kelola Usaha Mikro: Studi pada Pedagang Nasi Lemak di Kuala Lumpur
DOI:
https://doi.org/10.59025/3k1jpn72Keywords:
Community, Engagement, Tata Kelola, Nasi LemakAbstract
Usaha mikro pedagang nasi lemak merupakan bagian penting dari ekonomi rakyat dan identitas kuliner di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain menyediakan pangan harian, sektor ini menopang mata pencaharian masyarakat berpendapatan rendah dan berkontribusi pada ekonomi informal perkotaan. Namun, pedagang masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pencatatan keuangan, keterbatasan kapasitas manajerial, rendahnya pemahaman standar kebersihan dan perizinan, serta minimnya akses terhadap program pemerintah. Meskipun pemerintah lokal telah menyediakan kebijakan pemberdayaan, terdapat kesenjangan antara implementasi kebijakan dan kebutuhan riil di lapangan, sehingga pendekatan top-down belum sepenuhnya efektif. Pengabdian internasional Indonesia–Malaysia ini bertujuan memperkuat tata kelola usaha mikro melalui peningkatan kapasitas manajerial, pemahaman kebijakan, dan penguatan jejaring komunitas. Metode yang digunakan meliputi pemetaan kondisi pedagang, community engagement partisipatif, pelatihan manajemen usaha dan pencatatan keuangan, analisis kebijakan, serta evaluasi dan penyusunan rekomendasi. Luaran kegiatan mencakup peningkatan kapasitas pedagang, modul pendampingan, rekomendasi kebijakan, publikasi ilmiah, serta penguatan kerja sama bilateral. Kegiatan ini berada pada TKT level 3–4 dan berpotensi direplikasi.
References
OECD. Enhancing the Contributions of SMEs in a Global and Digitalised Economy. Paris: OECD Publishing; 2017.
World Bank. Improving the Business Environment for Micro and Small Enterprises. Washington, DC: World Bank; 2019.
UNDP. Inclusive Business and Sustainable Development. New York: United Nations Development Programme; 2016.
Chambers R. Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications; 1997. DOI: https://doi.org/10.3362/9781780440453.000
Creswell JW. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications; 2014.
FAO. Street Food and Urban Food Systems. Rome: FAO; 2016.
OECD. SME and Entrepreneurship Policy Outlook. Paris: OECD Publishing; 2021.
IFC. SME Governance and Sustainability. Washington, DC: International Finance Corporation; 2019.
UN-Habitat. Informal Economy and Urban Development. Nairobi: UN-Habitat; 2020.
Suryani E, Nugroho A. Community-based mentoring for micro enterprises. Journal of Community Engagement. 2018;3(2):45–56.
WHO. Community Engagement Framework. Geneva: World Health Organization; 2017.
Putnam RD. Social capital and civic engagement revisited. Public Administration Review. 2015;75(1):1–12.
Rahman F, Ismail N. Participatory approach in empowering informal traders. Asian Journal of Community Service. 2020;5(1):23–35.
SME Corp Malaysia. SME Development Policies. Kuala Lumpur: SME Corp; 2022.
World Bank. Local Governance and Informality. Washington, DC: World Bank; 2020.
Howlett M. Policy design and implementation failures. Policy Studies Journal. 2019;47(2):345–362.
LPPM Kemendikbudristek. Panduan Pengabdian Berbasis Riset. Jakarta; 2021.
Prasetyo A, Wibowo T. Research-based community service model. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. 2019;4(3):201–210.
ASEAN Secretariat. ASEAN Community Development Framework. Jakarta; 2020.
Etzkowitz H, Zhou C. Triple helix innovation systems. Industry and Higher Education. 2017;31(2):83–92. DOI: https://doi.org/10.4324/9781315620183
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hasanul Bulqiyah, Lukiyana, Muhammad Ridhwan, Samsul Ode, Ika Widiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





