Workshop Peran Gen Z dalam menciptakan kehidupan yang Harmonis dan Religius (Penguatan Pemuda/I GKI Jemaat Harapan Abepura)
DOI:
https://doi.org/10.59025/bjzhvm85Keywords:
Generasi Z, Harmoni Sosial, Religiusitas, Pemuda Gereja, PapuaAbstract
Generasi Z (Gen Z) merupakan kelompok usia yang lahir dan berkembang di era digital dengan tingkat keterpaparan tinggi terhadap teknologi informasi. Potensi besar yang dimiliki generasi ini perlu diarahkan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan religius, khususnya bagi pemuda/i gereja di Papua yang berhadapan dengan tantangan modernitas, globalisasi, dan perubahan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat komitmen pemuda/i gereja dalam mewujudkan kehidupan yang damai, religius, dan toleran di tengah masyarakat majemuk. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah workshop dan ceramah interaktif dengan melibatkan narasumber akademisi. Materi utama mencakup peran Gen Z dalam menjaga keharmonisan sosial, penguatan nilai religiusitas, serta pemanfaatan media digital secara positif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya peran pemuda/i gereja sebagai agen perubahan, ditandai dengan komitmen bersama yang dirumuskan dalam sesi refleksi. Luaran kegiatan berupa laporan pelaksanaan, dokumentasi kegiatan, serta naskah artikel yang siap dipublikasikan pada jurnal pengabdian masyarakat terindeks Sinta. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemuda/i gereja di Papua semakin berdaya dalam mengembangkan nilai spiritual dan menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan harmonis dan religius di lingkungan mereka
References
Buzan, B. (1991). People, States and Fear: An Agenda for International Security Studies in the Post-Cold War Era (2nd ed.). Harvester Wheatsheaf.
Castells, M. (2009). Communication Power. Oxford University Press.
Gilboa, E. (2008). Searching for a theory of public diplomacy. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 55–77. https://doi.org/10.1177/0002716207312142 DOI: https://doi.org/10.1177/0002716207312142
Huntington, S. P. (1996). The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. Simon & Schuster.
Lederach, J. P. (1997). Building Peace: Sustainable Reconciliation in Divided Societies. United States Institute of Peace Press.
Melissen, J. (Ed.). (2005). The New Public Diplomacy: Soft Power in International Relations. Palgrave Macmillan. DOI: https://doi.org/10.1057/9780230554931
Nye, J. S. (2004). Soft Power: The Means to Success in World Politics. PublicAffairs.
Smith, A., & Anderson, M. (2018). Social media use in 2018. Pew Research Center. https://www.pewresearch.org/internet/2018/03/01/social-media-use-in-2018/
Tufekci, Z. (2015). Algorithmic harms beyond Facebook and Google: Emergent challenges of computational agency. Colorado Technology Law Journal, 13(1), 203–218.
van Dijck, J., Poell, T., & de Waal, M. (2018). The Platform Society: Public Values in a Connective World. Oxford University Press. DOI: https://doi.org/10.1093/oso/9780190889760.001.0001
West, D. M. (2018). The Future of Work: Robots, AI, and Automation. Brookings Institution Press. DOI: https://doi.org/10.5040/9780815751878
Williams, R. H., & Fuist, T. N. (2014). Digital activism and religious movements. Religion and Politics, 7(3), 345–368. https://doi.org/10.1017/S1755048314000350
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Melyana R. Pugu, Emilie Mansoben

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





