Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Sebagai Pestisida Hayati di Kabupaten Gayo Lues
DOI:
https://doi.org/10.59025/kw6sgq03Keywords:
Limbah Ternak Sapi, Pestisida Hayati, Pertanian Berkelanjutan, Kabupaten Gayo LuesAbstract
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan limbah ternak sapi untuk diolah menjadi pestisida hayati di Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan pestisida kimia oleh petani lokal yang berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan, sementara potensi limbah peternakan sapi yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, petani dilatih untuk mengolah kotoran dan urin sapi menjadi pestisida hayati yang efektif dalam mengendalikan berbagai hama tanaman. Serangkaian pelatihan diberikan meliputi teknik fermentasi, formulasi, dan aplikasi pestisida hayati pada tanaman. Selain pelatihan, pendampingan intensif juga dilakukan untuk memastikan petani dapat mempraktikkan keterampilan yang diperoleh. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan petani dalam mengolah limbah ternak. Sebanyak 85% peserta berhasil memproduksi pestisida hayati yang memenuhi standar kualitas. Penggunaan pestisida kimia menurun hingga 60% pada lahan pertanian peserta program, yang berdampak positif pada kesehatan lingkungan dan pengurangan biaya produksi. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama yang fokus pada produksi dan pemasaran pestisida hayati. Tiga kelompok tani telah berhasil mengembangkan merek lokal dan menjual produk pestisida hayati ke desa-desa tetangga, menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi anggotanya. Untuk menjamin keberlanjutan, tim pengabdian bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat membentuk demplot percontohan dan menyusun modul pelatihan yang dapat digunakan untuk replikasi program. Pendampingan berkelanjutan dijadwalkan selama enam bulan pasca program untuk membantu petani mengatasi kendala yang muncul. Model pemanfaatan limbah ternak sapi ini diharapkan dapat diterapkan di daerah lain dengan karakteristik serupa, mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekonomi lokal.
References
M. , & M. M. Abduh, “ Pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk organik pada tanaman hortikultura di Kabupaten Aceh Besar,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Pertanian, vol. 2, no. 1, pp. 17–24, 2021. DOI: https://doi.org/10.58300/abdiwina.v1i2.203
A. , & Y. T. Agustian, “Potensi pemanfaatan limbah peternakan sapi sebagai pestisida nabati ramah lingkungan,” Jurnal Tanah dan Iklim, vol. 4, no. 2, pp. 91–102, 2020.
Z. , M. K. , & S. A. Arifin, “Karakteristik lahan pertanian dan strategi pengembangannya di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. ,” Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, vol. 8, no. 2, pp. 279–289, 2018.
BPS Kabupaten Gayo Lues, “Kabupaten Gayo Lues dalam Angka 2023,” 2023.
N. , S. W. , & M. R. Dewi, “Efektivitas pestisida hayati berbahan dasar limbah ternak terhadap hama tanaman sayuran,” Jurnal Hortikultura, vol. 9, no. 1, pp. 69–78, 2019.
M. A. , & S. S. Firmansyah, “Teknologi pembuatan pestisida hayati dari limbah ternak: Upaya meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan.,” Buletin Peternakan Tropis, vol. 3, no. 2, pp. 112-121., 2022.
L. , W. A. , & W. D. Hakim, “Kajian potensi limbah kotoran sapi sebagai pestisida hayati untuk pengendalian hama pada tanaman pangan,” Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, pp. 32–41, 2020.
Pengaruh pestisida hayati berbasis limbah ternak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah, “Hartati, S., & Kurniawati, F,” Jurnal Agronomi Indonesia, vol. 4, no. 1, pp. 81–88, 2018.
N. , B. D. G. , & N. D. Hidayati, “Pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) limbah ternak sebagai bioaktivator dan biokontrol OPT pada tanaman hortikultura,” Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, vol. 2, no. 1, pp. 24–31, 2020.
D. , & P. R. E. Indarti, “Potensi fermentasi urin sapi sebagai bio-pestisida untuk pengendalian hama tanaman padi di lahan kering,” Jurnal Teknologi Pertanian, vol. 2, no. 2, pp. 105–114, 2019.
N. L. , & W. W. D. Kartini, “Aplikasi pestisida nabati berbahan dasar limbah ternak dalam sistem pertanian organik,” Jurnal Sumberdaya Lahan, vol. 4, no. 1, pp. 37–46, 2020.
E. , S. D. T. , & F. Y. Kusumaningtyas, “ Pemanfaatan mikroba antagonis dari limbah peternakan untuk pengendalian penyakit tanaman,” Jurnal Mikrobiologi Indonesia, vol. 5, no. 2, pp. 59–67, 2021.
S. , & N. Y. Mariana, “Studi potensi pemanfaatan urin sapi sebagai biopestisida dalam pengendalian hama tanaman sayuran.,” Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, vol. 6, no. 1, pp. 145–153, 2019.
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, “ Analisis efektivitas pestisida hayati berbasis limbah ternak sapi pada budidaya tanaman holtikultura di Provinsi Aceh,” Nurhayati, H., & Samudra, I. M, vol. 10, no. 1, pp. 10–18, 2019.
R. E. , & A. L. Putri, “ Pemanfaatan limbah organik peternakan sebagai pupuk dan pestisida organik untuk mendukung usahatani lahan kering,” Jurnal Agribisnis Kerakyatan, vol. 10, no. 1, pp. 46–55, 2020.
A. , F. D. , & R. M. Rahman, “ Peningkatan nilai tambah limbah peternakan melalui produksi pestisida hayati pada kelompok tani di Kabupaten Gayo Lues,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 7, no. 2, pp. 128–136, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rosmaiti, Cut Mulyani, Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, Zulhilmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





