Edukasi Gerakan Peregangan untuk Meningkatkan Kesehatan Kerja pada Masyarakat Suku Baduy

Authors

  • Ahmad Jubaedi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan
  • Ela Nurdiawati Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan
  • Dedih Nuryatna Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Faletehan
  • Ismail Nur Ariyanto Program Studi Teknik Sipil Universitas Faletehan
  • Octoberry Julyanto Program Studi Teknik Industri Universitas Faletehan

DOI:

https://doi.org/10.59025/rfhsv844

Keywords:

Edukasi, Kesehatan Kerja, Peregangan, Suku Baduy, Sektor agraris

Abstract

Masyarakat Suku Baduy di Provinsi Banten sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor agraris, seperti pertanian dan perkebunan. Kegiatan penyuluhan kesehatan kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Suku Baduy mengenai pentingnya gerakan peregangan sebagai upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal dan masalah kesehatan terkait pekerjaan. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 14 Februari 2025 di Balai Pertemuan Desa Baduy Luar, Banten, dengan melibatkan 30 peserta usia 18–55 tahun. Materi penyuluhan difokuskan pada edukasi gerakan peregangan sederhana yang dapat dilakukan sebelum dan sesudah bekerja. Selain penyuluhan, dilakukan pemeriksaan kesehatan meliputi tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar peserta memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) ideal, namun terdapat 4 peserta dengan tekanan darah tinggi yang diberikan edukasi tambahan tentang pengelolaan hipertensi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan dan respons positif terhadap latihan peregangan. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan kerja pada komunitas agraris tradisional dengan akses terbatas ke layanan kesehatan. Disarankan pelaksanaan kegiatan serupa secara berkala dan pelatihan kader kesehatan lokal sebagai tindak lanjut.

References

C. E. Permana, Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat Baduy, Jakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya., 2010.

ILO, Safety and Health in Agriculture, Geneva: ILO, 2020.

FAO, Occupational Safety and Health in Agriculture, Rome: FAO, 2019.

WHO, World Health Organisation; Noncommunicable Diseases Country Profiles, Geneva: WHO, 2021.

S. Notoatmodjo, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta: Rineka Cipta., 2012.

A. Budiman and A. Riyanto, Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan, Jakarta: Salemba Medika, 2013.

Triyanto, Intervensi Promosi Kesehatan di Komunitas, .Yogyakarta: Pustaka Pelajar., 2020.

P. Tekur, C. Singphow, H. R. Nagendra and N. Raghuram, "Effect of short-term intensive yoga program on pain, functional disability and spinal flexibility in chronic low back pain: a randomized control study," The Journal of Alternative and Complementary Medicine, vol. 14, no. 6, p. 637–644., 2008. doi:https://doi.org/10.1089/acm.2007.0815 DOI: https://doi.org/10.1089/acm.2007.0815

K. J. Sherman, D. C. Cherkin, R. D. Wellman, A. J. Cook, R. J. Hawkes, K. Delaney and R. A. Deyo, "A randomized trial comparing yoga, stretching, and a self-care book for chronic low back pain," Archives of Internal Medicine, vol. 171, no. 22, p. 2019–2026., 2011. doi:https://doi.org/10.1001/archinternmed.2011.524 DOI: https://doi.org/10.1001/archinternmed.2011.524

H. Cramer, R. Lauche, H. Haller and G. Dobos, "A systematic review and meta-analysis of yoga for low back pain. The Clinical Journal of Pain,," vol. 29, no. 5, p. 450–460, 2013. doi: https://doi.org/10.1097/AJP.0b013e31825e1492 DOI: https://doi.org/10.1097/AJP.0b013e31825e1492

R. Sutar and P. Sutar, "Effectiveness of Bhujangasana and Shalabhasana in reducing pain and disability among patients with lumbar spondylosis. Indian Journal of Public Health Research & Development," vol. 10, no. 12, p. 1038–1043, 2019. doi:https://doi.org/10.37506/v10/i12/2019/ijphrd/192077 DOI: https://doi.org/10.37506/v10/i12/2019/ijphrd/192077

R. Widyaningsih, A. Pramono and S. Lestari, "Pengaruh Edukasi Peregangan terhadap Penurunan Nyeri Otot pada Petani di Kabupaten Sleman," . Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 17, no. 2, p. 135–142, 2021. doi:https://doi.org/10.15294/kemas.v17i2.26389

N. Rahmawati and T. Haryanto, "Efektivitas Edukasi Peregangan terhadap Penurunan Risiko Cedera pada Buruh Tani," Jurnal Ilmu Kesehatan, vol. 10, no. 3, p. 210–218, 2019. doi:https://doi.org/10.35974/jik.v10i3.1356

F. Rahayu and D. Prasetya, "Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi di Wilayah Pedesaan," Jurnal Promotif Kesehatan, vol. 8, no. 1, p. 45–52., 2020. doi:https://doi.org/10.29238/jpk.v8i1.325

N. Maulida, D. Sari and S. Hartati, "Jurnal Kesehatan Komunitas," Pengaruh Intervensi Promosi Kesehatan terhadap Pengendalian Tekanan Darah di Masyarakat, vol. 9, no. 1, p. 50–58., 2022. doi:https://doi.org/10.25311/keskom.Vol9.Iss1.1137

R. Anindya and S. Yuliana, "Dampak Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gizi terhadap Pengelolaan Hipertensi di Kalangan Petani.," Jurnal Medika,, vol. 15, no. 2, p. 88–95, 2021. doi:https://doi.org/10.36456/med.v15i2.2234

Downloads

Published

21-06-2025

How to Cite

[1]
“Edukasi Gerakan Peregangan untuk Meningkatkan Kesehatan Kerja pada Masyarakat Suku Baduy”, J. Masy. Madani Indones., vol. 4, no. 3, pp. 290–295, Jun. 2025, doi: 10.59025/rfhsv844.

Issue

Section

Community Services

How to Cite

[1]
“Edukasi Gerakan Peregangan untuk Meningkatkan Kesehatan Kerja pada Masyarakat Suku Baduy”, J. Masy. Madani Indones., vol. 4, no. 3, pp. 290–295, Jun. 2025, doi: 10.59025/rfhsv844.