Inovasi Olahan Daun Kelor: Puding Bernutrisi untuk Ide Kreatif Masyarakat Sumber Waras
DOI:
https://doi.org/10.59025/pcj2nk44Keywords:
Daun kelor, Puding, Potensi Lokal, GiziAbstract
Keberagaman hayati di beberapa wilayah seringkali kurang diperhatikan dan hidup sebagai tumbuhan liar. Salah satu tanaman yang melimpah di Desa Sumber Waras adalah kelor. Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan karena mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral. Melalui metode ABCD, kegiatan pengabdian dan pelatihan ini melibatkan ibu-ibu PKK di Desa Sumber Waras untuk berpartisipasi dalah meningkatkan gizi serta pengembangan kreativitas dengan kegiatan yang mencakup proses pengolahan, pengemasan dan pemahaman mengenai manfaat kelor. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini berupa peningkatan keterampilan, pengolahan, wirausaha, serta pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dengan survey yang menunjukkan delapan peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan dua lainnya merasa kegiatan ini bermanfaat. Kesimpulan akhir yang didapatkan adalah program ini berhasil mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai ide kreatif bahan makanan olahan lain untuk dikonsumsi. Melalui pelatihan pembuatan puding, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru namun juga ide kreatif dalam mengolah kelor sebagai bahan pangan bernilai gizi tinggi.
Downloads
References
Kisnadi, A. D. Kelor Super Nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. 2015
Marhaeni, L. S. Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2). 2021
Jusnita, N., & Syurya, W. Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.). Jurnal Sains Farmasi & Klinis, Vol. 6 No. 1. 2019
Santi, M. D. S., Yasa, G. T., & Nugraha, I. S. Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) sebagai Bahan Obat Tradisional. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 1(2), 161-164. 2022.
. ALFARUQI, M. A., Fasha, A. K., & Manurung, N. I. Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Campuran Olahan Makanan Dan Mengantisipasi Virus Covid-19. Jurnal Agribisains, 7(2), 21-28. 2021
Yuliani, N. N., & Desmira, P. D. Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Kelor (Moringa oleifera, Lamk) dengan Metode1,1- diphenyl- 2-picrylhydrazyl (DPPH). Jurnal Info Kesehatan, vol. 14, nomor 2. 2015.
Rahmawati, P. S., & Adi, A C. Daya Terima dan Zat Gizi Permen Jeli Dengan Penambahan Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera). Media Gizi Indonesia, Vol. 11, No. 1 .2016
Febrianti, Y., Dwi Riastuti, R., Lestari, F., & Juwati, J. Pelatihan Pembuatan Puding Cokelat Lapis Daun Kelor Sebagai Hidangan Penutup (Dessert) Yang Sehat. JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 1(02).2021. https://doi.org/10.46772/jamu.v1i02.345
Purba, E. C. Kelor (Moringa oleifera Lam.): Panfaatan Dan Bioaktivitas. ProLife, 7(1), 1–12. 2020. https://doi.org/10.33541/jpvol6iss2pp1 02
M. Al-Kautsari, “ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT : Strategi Pengembangan Masyarakat di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang,” 2019. [Online]. Available: http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/empower
F. Mallapiang, Y. Kurniati, S. Syahrir, A. M. H. Lagu, and R. A. I. Sadarang, “Pengelolaan sampah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di wilayah pesisir Bulukumba Sulawesi Selatan,” Riau J. Empower., vol. 3, no. 2, pp. 79–86, 2020, doi: 10.31258/raje.3.2.79-86.
S. I. P. Yuwana, “Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas SDM Masyarakat dengan Menggunakan Metode Asset Bassed Community Development (ABCD) di Desa Pecalongan Kec. Sukosari Bondowoso,” Sasambo J. Abdimas (Journal Community Serv., vol. 4, no. 3, pp. 330–338, 2022, doi: 10.36312/sasambo.v4i3.735.
E. Alisah, “Aplikasi Zero Waste Dalam Lingkungan Masyarakat Desa Tumpukrenteng Dengan Pendekatan Aset Base Community Development Theory,” J. Res. Community Engagem., vol. 1, no. 1, pp. 28–32, 2019, doi: 10.18860/jrce.v1i1.7623.
R. Agdal, I. H. Midtgård, and V. Meidell, “Can asset-based community development with children and youth enhance the level of participation in health promotion projects? A qualitative meta-synthesis,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 16, no. 19, 2019, doi: 10.3390/ijerph16193778.
R. Harrison, C. Blickem, J. Lamb, S. Kirk, and I. Vassilev, “Asset-Based Community Development: Narratives, Practice, and Conditions of Possibility—A Qualitative Study With Community Practitioners,” SAGE Open, vol. 9, no. 1, 2019, doi: 10.1177/2158244018823081.
Y. Indriasari, F. Basrin, and M. B. H. B. Salam, “ANALISIS PENERIMAAN KONSUMEN MORINGA BISCUIT (BISKUIT KELOR) DIPERKAYA TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera),” J. Agrol., vol. 26, no. 3, pp. 221–229, 2019.
A. Susanti and M. Nurman, “Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) Bagi Kesehatan,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 3, no. 3, pp. 509–513, 2022, doi: 10.31004/jkt.v3i3.7287.
R. A. Saputra et al., “The Miracle Tree: Manfaat Kelor Terhadap Kesehatan Masyarakat,” J. Pengabdi. ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), vol. 1, no. 2, p. 54, 2021, doi: 10.20527/ilung.v1i2.3959.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Claresia Kusmayadi, Ocha Tarra Earlya Roedy, Agung Witjoro
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.